Minggu, 24 Oktober 2010

DONALD HENRY GASKINS(PEE WEE GASKINS)


Kehidupan awal

Henry Donald Pee Wee Gaskins-lahir pada 31 Maret 1933, di Florence County, South Carolina. Gaskins menghabiskan sebagian besar masa mudanya di sekolah anak nakal. Pada masa dewasa, Gaskins 'kecil, ramping (5' 4 "tinggi, maka julukannya) akan membuatnya menjadi sasaran fisik dan seksual di penjara.

Sebagai seorang pemuda, Gaskins adalah baik sarjana miskin dan seorang kriminal, melakukan sejumlah kecil pencurian. Selama satu pencurian, ia memukul seorang wanita di kepala dengan kapak dan meninggalkannya untuk mati, meskipun dia selamat. kejahatan ini, Gaskins dilayani kustodian pertama kalimat di sebuah sekolah reformasi.

Gaskins menikah untuk pertama kalinya pada tahun 1951, pada usia delapan belas, dan ayah dari seorang anak perempuan pada tahun berikutnya. Setelah pembebasannya dari reformasi sekolah, Gaskins dibutuhkan untuk melakukan penipuan asuransi, dan ditahan karena menyerang seorang gadis remaja dengan palu siapa ia mengklaim telah menghina dia dan didakwa dengan percobaan pembunuhan. Gaskins dijatuhi hukuman enam tahun penjara di Lembaga Pemasyarakatan Negara Bagian Carolina Selatan. penahanan ini, Gaskins 'istri menceraikannya.

Pembunuhan Pertama

Gaskins melakukan pembunuhan pertama melayani sementara hukuman penjara pertama ini pada tahun 1953, ketika ia merobek leher sesama narapidana bernama Hazel Brazell. Gaskins mengklaim dia melakukan pembunuhan ini untuk mendapatkan dirinya sendiri reputasi yang menakutkan di antara sesama narapidana. Ia dinilai telah bertindak untuk membela diri, dan dijatuhi hukuman yang lebih tiga tahun penjara. Gaskins melarikan diri dari penjara pada tahun 1955 dengan bersembunyi di belakang sebuah truk sampah dan melarikan diri ke Florida, tempat dia mengambil pekerjaan dengan karnaval keliling. Dia menahan kembali, remanded untuk perwalian, dan pembebasan bersyarat pada Agustus, 1961.

Penangkapan dan pembunuhan berikutnya

Setelah dibebaskan dari penjara, Gaskins menikah lagi tapi segera kembali untuk melakukan pencurian dan pagar dicuri properti. Dua tahun setelah pembebasan bersyarat, Gaskins ditahan karena perkosaan dua belas gadis tahun, ia melarikan diri sementara menunggu kalimat , tetapi menahan kembali di Georgia, dan dijatuhi hukuman delapan tahun penjara. Gaskins dibebaskan bersyarat pada November, 1968. pembebasannya, Gaskins pindah ke kota Sumter dan mulai bekerja dengan sebuah perusahaan konstruksi. Pada bulan September 1969, Gaskins mulai membunuh serangkaian penumpang ia mengambil sewaktu mengemudi di jalan raya pesisir Amerika Selatan, ia diklasifikasikan sebagai korban-korban ini Pesisir Tewaskan: orang-orang yang ia membunuh semata-mata untuk kesenangan, baik laki-laki dan perempuan, yang terbunuh pada Gaskins kira-kira rata-rata sekali setiap enam minggu, ketika ia pergi berburu untuk memadamkan perasaan nya "mengganggu-ness".

Dia akan menyiksa korban-korbannya dan mencincang mereka, tetapi upaya untuk membuat mereka hidup untuk selama mungkin, ia mengaku membunuh korban-korban ini dengan menggunakan berbagai metode termasuk menusuk, sesak napas dan mutilasi, dan bahkan mengklaim telah cannibalized beberapa dari mereka. . Dia kemudian mengaku membunuh 'eighty untuk ninety' korban seperti itu, meskipun angka ini tidak pernah diperkuat.

Pada bulan November, 1970, Gaskins melakukan Serius pertama dari Pembunuhan: orang-orang yang ia tahu dan dibunuh karena alasan pribadi. Gaskins 'Serius Pembunuhan pertama korban adalah keponakannya sendiri, Janice Kirby, berusia 15, dan temannya Patricia Ann Alsbrook, umur 17, siapa yang memukul mati setelah mencoba menyerang mereka secara seksual di Sumter, South Carolina . Pembunuhan Serius lain korban tewas karena berbagai alasan: karena mereka telah mengejek Gaskins, berusaha memeras dia, berutang uang kepadanya, karena mereka telah mencuri darinya, atau karena Gaskins telah dibayar untuk membunuh korbannya. Berbeda dengan pesisir Tewaskan, Gaskins dieksekusi hanya korban-korban ini, biasanya dengan menembak mereka, sebelum menguburkan mereka di sekitar wilayah pantai Carolina Selatan.

Final Penangkapan

Gaskins ditangkap pada 14 November 1975, ketika seorang rekan kriminal, bernama Walter Neeley, mengaku kepada polisi bahwa ia telah menyaksikan Gaskins telah membunuh dua orang pemuda bernama Dennis Bellamy, umur 28, dan Johnny Knight, usia 15. Neeley mengaku kepada polisi bahwa Gaskins telah mengaku dalam dirinya untuk telah membunuh beberapa orang yang telah terdaftar sebagai orang yang hilang selama lima tahun sebelumnya, dan telah menunjukkan kepadanya di mana mereka dikuburkan. Pada 4 Desember 1975, dipimpin Gaskins polisi untuk tanah yang dimiliki di Prospect, di mana polisi menemukan delapan mayat korban-korbannya.

Penjara

Gaskins diadili di delapan tuduhan pembunuhan pada 24 Mei 1976, dinyatakan bersalah pada 28 Mei dan dihukum mati, yang kemudian pulang-pergi untuk hidup di penjara, ketika Carolina Selatan 1974 Majelis Umum hukuman mati hukum itu berubah untuk menyesuaikan diri ke Mahkamah Agung Amerika Serikat pedoman untuk hukuman mati di negara bagian lain.

Pada 12 September 1982, Gaskins melakukan pembunuhan lain, di mana ia mendapat judul "Manusia paling kejam di Amerika". Saat dipenjara di blok keamanan yang tinggi di Lembaga Pemasyarakatan Carolina Selatan, Gaskins membunuh seorang terpidana mati bernama Rudolph Tyner, yang mendapatkan hukuman karena membunuh pasangan tua bernama Bill dan Myrtle Bulan selama ceroboh perampokan bersenjata di toko yang mereka miliki dalam Burgess masyarakat.

Gaskins dipekerjakan untuk melakukan pembunuhan ini oleh Tony Cimo, putra Myrtle Bulan. Gaskins awalnya membuat beberapa usaha yang gagal untuk membunuh Tyner oleh hantaman makanan dan minuman dengan racun sebelum ia memilih untuk menggunakan bahan peledak untuk membunuhnya. Untuk mencapai hal ini, Gaskins memasang sebuah perangkat yang mirip dengan radio portabel Tyner kematian di sel baris dan mengatakan Tyner ini akan memungkinkan mereka untuk berkomunikasi antar sel. Ketika Gaskins Tyner mengikuti instruksi untuk mengadakan pembicara (yang sarat dengan C-4 plastik peledak, tanpa sepengetahuan dia) ke telinganya pada waktu yang telah disepakati, Gaskins meledakkan bahan peledak di dalam sel dan membunuhnya. Gaskins kemudian berkata, "Hal terakhir yang ia [Tyner] mendengar itu aku tertawa."


Gaskins diadili karena membunuh Rudolph Tyner dan dihukum mati.

Kebenaran

Sementara di death row, Gaskins menceritakan kisah hidupnya kepada seorang wartawan bernama Wilton Earle, mengaku telah melakukan antara 100 dan 110 pembunuhan salah satunya adalah bahwa dari Margaret "Peg" Cuttino3 (1957-70), ke-13 tahun putri lama kemudian SC James Cuttino senator negara bagian, Jr dari Sumter, SC, di dekat Florence, SC, (sekitar 130 mil dari "Fort Sumter" Perang Saudara ketenaran). Namun, sumber-sumber penegak hukum yang ditemukan tidak mungkin untuk memverifikasi semua klaim-klaimnya. Dalam otobiografinya, Final Kebenaran (diterbitkan secara anumerta), Gaskins menulis bahwa dia telah "pikiran khusus" yang memberi dia "izin untuk membunuh."

Eksekusi

Gaskins dieksekusi pada tanggal 6 September 1991 di 1:10 Ia adalah orang keempat mati di kursi listrik setelah diangkat kembali hukuman mati di South Carolina pada tahun 1977. Dilaporkan, kata-kata terakhirnya adalah "Aku akan membiarkan pengacara saya berbicara bagi saya. aku siap untuk pergi ".

THE BLACK DAHLIA MURDER

Dalam sejarah Los Angeles, ada satu pembunuhan yang menarik perhatian begitu luas. Bahkan setelah 60 tahun berlalu, kasus ini secara resmi dianggap sebagai tidak terpecahkan. Korbannya cuma satu orang, namun karakteristik pembunuhan ini begitu keji sehingga kasus ini mendapat tempat khusus di media. Kasus ini disebut pembunuhan Black Dahlia.

(Warning: Tulisan ini memiliki deskripsi yang kurang menyenangkan dan saya juga minta maaf kalau tulisan ini terlalu panjang)

Mayat terpotong di lahan kosong
15 Januari 1947, Betty Bersinger berjalan keluar dari rumahnya di Los Angeles sambil membawa anak perempuannya yang masih berusia 3 tahun menuju sebuah toko sepatu. Ketika sampai di Leimert Park di dekat sudut Norton 39th, Betty dan putrinya melewati beberapa bidang lahan kosong yang ditumbuhi semak-semak.

Tidak berapa lama kemudian, mata Betty terpaku pada sesuatu berwarna putih di dekat semak-semak. Benda itu terlihat seperti sebuah manekin dari departemen store yang telah terpotong dua. Dipenuhi rasa ingin tahu, Betty mendekati objek itu. Sesaat kemudian, ia terkesiap menyaksikan apa yang disangkanya manekin ternyata mayat seorang wanita berkulit putih yang telah terpotong dua.

Polisi segera dihubungi dan beberapa waktu kemudian, dua orang polisi bernama Frank Perkins dan Will Fitzgerald tiba di lokasi.

Kondisi Mayat
Mayat wanita itu terbaring telentang dengan lengan yang terangkat di atas bahunya. Kedua kakinya terbuka lebar dalam pose yang vulgar. Luka robek dan lecet memenuhi seluruh tubuhnya. Mulutnya disobek sehingga senyumnya melebar dari telinga satu ke telinga yang lain. Pada pergelangan tangan, pergelangan kaki dan lehernya, terlihat adanya bekas jeratan tali sehingga para penyelidik menyimpulkan kalau ia telah diikat dan disiksa selama beberapa hari.

Namun, apa yang paling mengerikan dari mayat ini adalah kenyataan kalau tubuhnya telah disembelih dengan rapi di atas pinggang sehingga terbelah dua.

Polisi menyimpulkan kalau ia telah dibunuh di suatu tempat dan mayatnya dibuang ke tempat itu pada malam hari. Ini terlihat dari tidak adanya darah pada tanah dan mayat itu. Sang pembunuh mungkin telah membersihkan mayat itu sebelum dibuang ke tanah kosong.

Kasus mutilasi mengerikan ini dengan segera menjadi prioritas utama kepolisian Los Angeles (LAPD) yang kemudian menugaskan detektif Harry Hansen dan partnernya Finis Brown untuk segera menyelidiki kasus itu.

Ketika kedua detektif itu tiba di lokasi, mereka menemukan tempat kejadian perkara telah dipenuhi oleh pejalan kaki dan reporter yang meliput. Hansen segera membubarkan massa untuk mengamankan barang bukti yang mungkin tercecer di tempat itu.

Tetapi, di lokasi itu, mereka tidak menemukan adanya senjata pembunuh ataupun jejak kaki.

Situasi Leimert Park ketika mayat ditemukan

Setelah selesai diperiksa di tempat, mayat wanita itu segera dibawa ke kamar mayat. Sidik jarinya dikirim ke kantor FBI di Washington untuk diidentifikasi. Sementara menunggu hasil pemeriksaan FBI, petugas otopsi memeriksa mayat itu dan mereka kembali menemukan beberapa detail mengerikan lainnya.

Pada mayat itu ditemukan banyak cabikan di wajah, kepala dan tubuhnya. Lalu, terlihat adanya tanda-tanda sodomi dan pemerkosaan walaupun tidak ditemukan adanya sperma di dalam tubuhnya.

Begitu mengerikannya kondisi mayat ini sehingga bahkan dokter dan detektif yang paling tabah sekalipun dibuat syok olehnya.

Tidak berapa lama kemudian, hasil pemeriksaan FBI terhadap sidik jari mayat itu tiba di kantor LAPD. Perempuan yang dibunuh itu ternyata bernama Elizabeth Short, 22 tahun, yang berasal dari Massachusetts.

Setelah identitas korban diketahui, para detektif segera mengerahkan upayanya untuk menggali informasi mengenai perempuan ini supaya dapat menemukan petunjuk yang mungkin bisa mengarah kepada sang pembunuh.

Namun, mereka tidak menyangka kalau apa yang akan ditemukan berikutnya ternyata malah menjadi teka-teki yang membingungkan.

Siapa Elizabeth Short
Elizabeth Short lahir tanggal 29 Juli 1924 di Hydepark, Massachusetts. Beth yang masih muda kemudian pindah ke Hollywod untuk mengejar karir di bidang perfilman.

Ia dikenal sebagai perempuan yang gampang bergaul dan memiliki banyak kenalan. Wajahnya yang cantik membuatnya sering menarik perhatian para pria, bahkan di Holywood sekalipun dimana kecantikan adalah hal yang biasa.

Di Hollywood, Beth mulai berkenalan dengan banyak orang dari kalangan sosialita kelas atas. Salah satu pria yang kemudian menjadi teman baiknya adalah Mark hansen, seorang pemilik klub malam dan teater.

Hansen lalu mengajak Beth pindah ke rumahnya bersama sejumlah artis lainnya. Kadang para artis ini menjadi penghibur bagi tamu-tamu yang datang ke klub Hansen. Dengan segera, Beth menjadi bagian yang tetap dalam kelompok Hansen. Kondisi ini cukup menguntungkan baginya karena karirnya di film tidak berkembang.

Pada masa itu, film "The Blue Dahlia" yang diperankan Veronica Lake dan Alan Ladd beredar di masyarakat. Beberapa teman Beth mulai memanggilnya dengan sebutan Black Dahlia karena rambut hitamnya kesukaannya mengenakan pakaian hitam.

Siapa yang membunuh Beth?
Setelah kasus pembunuhan Beth tersebar luas di media, ada sekitar 60 pria dan wanita maju ke publik dan mengaku sebagai pembunuh sebenarnya. Namun, pengakuan-pengakuan ini tidak disertai oleh bukti yang bisa diverifikasi oleh pihak kepolisian sehingga semua pengakuan ini dianggap hanya sebagai usaha mencari sensasi.

Pada masa itu, kasus pembunuhan Black Dahlia adalah kasus penyelidikan kriminal terbesar yang pernah dilakukan LAPD sejak kasus pembunuhan Marion Parker yang terjadi pada tahun 1927. Karena besarnya skala penyelidikan ini, LAPD mendapatkan bantuan ratusan petugas dari badan lainnya.

Beberapa hari setelah penemuan mayat mayat Beth, polisi mendapatkan sebuah paket misterius yang mungkin berasal dari sang pembunuh sendiri.

Paket itu tiba di kantor harian Los Angeles Examiner yang segera diteruskan ke polisi. Di dalamnya ditemukan sebuah catatan yang terbuat dari guntingan-guntingan koran yang bertuliskan "Ini adalah barang-barang kepunyaan Dahlia...surat akan menyusul".


Di dalam kotak itu juga ditemukan kartu jaminan sosial kepunyaan Beth, akte kelahiran, foto Beth dengan rekan-rekannya, kartu nama dan nota klaim untuk koper yang tertinggal di depot bus. Barang lain yang cukup menarik adalah buku alamat milik Mark hansen yang beberapa halamannya telah hilang.

Polisi mencoba untuk mencari sidik jari dari kotak dan barang-barang yang ada di dalamnya, namun ternyata semua barang tersebut telah dicuci dengan minyak tanah untuk membersihkannya dari sidik jari.

Para detektif lalu memulai tugas berat untuk menyelidiki semua nama yang ada di buku alamat Hansen. Surat menyusul yang dijanjikan sang pembunuh memang tiba, namun tanpa petunjuk yang berarti.

Karena kompleksnya kasus ini, para detektif memulai penyelidikan ini dengan menganggap setiap orang yang mengenal Beth sebagai tersangka pembunuhan. Ratusan orang masuk ke dalam daftar tersangka dan ribuan orang diwawancarai untuk mencari petunjuk yang bisa mengarah kepada pembunuh sadis itu.

Jika melihat kondisi mayat yang mengerikan, ada dua kemungkinan mengenai sang pembunuh.

Pertama, sang pembunuh adalah orang yang mengenal Beth dan mungkin telah membunuhnya karena dendam. Memang, pada kasus pembunuhan dimana mayat korban dirusak dengan kejam, pada umumnya, pelakunya memang orang yang mengenal korban.

Karena itu, orang-orang yang mengenal Beth seperti Mark Hansen diperiksa satu persatu. Namun, mereka tidak menemukan bukti yang bisa mengarah kepada pelaku pembunuhan.

Sedangkan kemungkinan kedua adalah pembunuh berantai. Teori pembunuh berantai memang teori yang paling populer dan dalam 60 tahun terakhir ini, beberapa peneliti independen telah mencoba melakukan penyelidikannya sendiri dan menghasilkan beberapa kesimpulan yang cukup kuat.

Selama 60 tahun terakhir ini, paling tidak ada 24 tersangka yang dianggap paling mungkin melakukan pembunuhan Black Dahlia, namun, saya hanya akan membahas beberapa nama yang paling populer.

Cleveland Torso Murder
Pada tahun 1930an, sebelum pembunuhan Beth, ada seorang pembunuh berantai yang meneror Cleveland. Pembunuh itu dikenal dengan julukan "Mad Butcher of Kingsbury Run". Julukan terhadap kasusnya adalah "Cleveland Torso Killer". Julukan ini didapatkan karena seluruh korban dimutilasi dengan sayatan yang rapi, persis seperti Beth.

Kasus pembunuhan ini ditangani langsung oleh Elliot Ness yang legendaris. Ness dikenal sebagai aparat yang berhasil menangkap dan memenjarakan mafia kelas kakap Al Capone.

Walaupun ditangani secara langsung oleh Ness, kasus pembunuhan Cleveland tetap tidak bisa dipecahkan. Jadi, wajar jika banyak orang percaya kalau pelaku pembunuhan dalam kedua kasus ini dilakukan oleh orang yang sama.

Mungkinkah pembunuh dari Cleveland itu pindah ke California dan membunuh Beth?

George Knowlton
Pada tahun 1995, seorang penulis bernama Janice Knowlton menerbitkan sebuah buku yang berjudul "Daddy was the Black Dahlia Killer".

Dalam bukunya, ia memiliki teori kalau ayahnya yang bernama George Knowlton adalah sang pembunuh Black Dahlia. Namun, para penyelidik menolak teorinya karena mereka menganggap Janice hanya mengeluarkan teorinya berdasarkan ingatan yang depresi, mengingat ayahnya suka menganiayanya secara seksual sejak kecil.

George Hodel
Selain Janice Knowlton, ada satu orang lagi yang juga menulis buku yang menuduh ayahnya sebagai Black Dahlia Killer. Ia adalah Steve Hodel, seorang detektif bagian pembunuhan di LAPD.

Buku yang ditulisnya berjudul "Black Dahlia Avenger" dan terbit tahun 2003. Di dalamnya ia menuduh sang ayah, Dr.George Hodel, yang juga seorang ahli bedah, sebagai pembunuh Black Dahlia.

"Apa yang saya mengejutkan saya adalah adanya kemungkinan kalau pembunuhnya adalah seorang dokter bedah." Kata Steve. "Bukan sekedar pemotong daging, bukan tukang jagal hewan, melainkan seorang ahli bedah yang terampil."

Dr. Mark Wallack, seorang ahli bedah di Rumah sakit St Vincent di New York, yang melihat foto kondisi mayat Beth sebelum dan sesudah otopsi, juga percaya dengan pendapat Steve.

"Ketrampilan seperti ini hanya bisa dimiliki oleh mereka yang memiliki pengalaman dalam pembedahan." Kata Wallack. Ia juga percaya kalau pembunuhnya adalah seorang dokter.

Selain itu, Steve juga menemukan kalau ayahnya ternyata pengidap kelainan seksual Sadistic misogynist yang telah melakukan hubungan incest dengan anaknya sendiri, Tamar, saudara tiri Steve.

Steve juga percaya kalau beberapa kasus pembunuhan yang tidak terpecahkan lainnya mungkin dilakukan oleh ayahnya, seperti "Red Lipstick Murder", yaitu pembunuhan terhadap Jeanne French yang mayatnya ditemukan satu bulan setelah Beth dengan huruf BD tertulis dengan lipstik merah di tubuhnya. Mayat French juga ditemukan di lahan kosong.

Namun, mungkin yang paling luar biasa adalah teori Steve kalau ayahnya juga adalah Zodiac Killer yang legendaris. Zodiac Killer adalah pembunuh berantai yang beroperasi di California pada tahun 1960an. Jumlah korbannya yang bisa diverifikasi adalah 7 orang, walaupun Zodiac sendiri mengaku telah membunuh 37 orang. Kasus Zodiac juga termasuk ke dalam kategori Tidak Terpecahkan.

Teori Steve ini cukup luar biasa, tetapi sepertinya ia punya dasar yang cukup kuat. Foto George Hodel ternyata sangat mirip dengan sketsa wajah Zodiac Killer yang dirilis oleh pihak kepolisian pada tahun 1960an.

Teori Hodel belum mendapat pengakuan dari LAPD dan bahkan dianggap mengada-ngada oleh banyak pihak. Walaupun begitu, teorinya cukup mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak, seperti deputi jaksa wilayah, Steve Kay, dan penulis buku mengenai Black Dahlia bernama James Ellroy.

Jika pembunuh Black Dahlia, Red Lipstick Murder dan Zodiac Killer ternyata orang yang sama, maka bukan tidak mungkin kalau pengakuan Zodiac mengenai jumlah korbannya benar adanya.

Arnold Smith
Pada tahun 1981, puluhan tahun setelah pembunuhan itu terjadi, ada satu petunjuk penting mengenai kasus ini muncul ke permukaan. Waktu itu, seorang detektif LAPD bernama John St.John menerima informasi mengenai kasus Black Dahlia dari seorang informan.

St.John dikenal sebagai detektif hebat yang telah menangani banyak kasus pembunuhan. Bahkan kisah hidupnya telah menjadi inspirasi bagi buku dan film seri di televisi.

Suatu hari, seorang informan datang kepadanya dan memberikan sebuah rekaman pengakuan dari seseorang yang bisa jadi sang pembunuh Black Dahlia sendiri. Pria di dalam rekaman itu juga menunjukkan kepada sang informan beberapa foto dan barang-barang pribadi yang diklaimnya sebagai milik Beth.

Pria itu bernama Arnold Smith. Dalam rekaman itu, Smith mengklaim kalau rekannya yang bernama Al Morrison yang juga seorang pelaku kejahatan seksual telah membunuh dan memutilasi Beth.

Arnold Smith

St.John percaya kalau Arnold Smith dan Al Morrison adalah pria yang sama.

Selain pengakuan, rekaman itu juga menceritakan detail bagaimana Beth dibunuh. Smith bercerita kalau Beth datang ke kamar Al Morrison di Hollywood karena ia tidak punya tempat untuk menginap. Morrison lalu membawa Beth ke sebuah rumah di East 31st dekat San pedro dan mengajaknya berhubungan seks yang kemudian ditolak oleh Beth.

Morrison menjadi marah dan menganiaya Beth yang kemudian berujung pada pembunuhan dan mutilasi terhadap Beth.

Informasi ini bocor ke pers. Media dihebohkan dengan kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus Black Dahlia. Akibatnya, Arnold Smith malah menghilang dan tidak bisa dihubungi, mungkin karena ketakutan. Informan St.John tidak mengetahui dimana ia tinggal, namun ia meninggalkan beberapa pesan untuk Smith supaya bisa bertemu. Akhirnya pesan itu dibalas dan Smith bersedia bertemu.

Namun, pertemuan yang mungkin bisa menjadi kunci pemecahan kasus itu tidak pernah terjadi.

Beberapa hari sebelum pertemuan itu, Smith ditemukan tewas dengan kondisi mengerikan di atas tempat tidurnya di Holland Hotel. Smith diduga merokok ketika ia tertidur sehingga tubuhnya terbakar habis bersama tempat tidurnya dan dokumen-dokumen lainnya yang diduga milik Beth.

Kematian Smith memang agak mencurigakan, namun polisi tidak menemukan bukti adanya kejahatan di dalam peristiwa itu. Misteri di dalam misteri.

Dengan kematian Smith, salah satu kunci yang mungkin bisa memecahkan misteri Black Dahlia lenyap untuk selama-lamanya.

Mungkinkah Arnold Smith pembunuh Black Dahlia yang sesungguhnya?

Sayang kita tidak bisa mengetahuinya.

Walaupun banyak petunjuk dan teori baru bermunculan, setelah lebih dari 60 tahun, pihak LAPD masih mengkategorikan kasus ini sebagai "Unsolved - tidak terpecahkan". Namun, kasus ini masih menarik perhatian para peneliti independen. Mungkin dalam tahun-tahun berikutnya, kita akan mendengar teori-teori baru lainnya.

Rabu, 08 September 2010


wihans.web.id

Afrika sesungguhnya benua amat kaya. Tanahnya mengandung berjibun batu mulia. Tapi, karena kurangnya pengawasan, berlian-berlian Afrika menjadi sumber dana konflik horizontal. Berlian tersebut pun berlumur darah. Itulah berlian darah (blood diamond).

MEDIO 1990-an Sierra Leone membara. Negeri di pantai barat Afrika itu dihajar perang saudara. Milisi pemberontak bertempur habis-habisan. Mereka melawan pasukan pemerintah. Perang begitu keji. Pembunuhan dan mutilasi ada di mana-mana. Pemerkosaan menjadi jamak. Pasukan pemberontak bertindak beringas. Mereka memotong tangan orang-orang agar si korban tak bisa mencoblos dalam pemilu.

Dalam suasana kacau-balau itu, Solomon Vandy, seorang nelayan, tertangkap pasukan pemberontak. Dia dijadikan budak untuk menambang berlian. Berlian tersebut akan dijadikan duit untuk dana perang. Berlian darah.

Vandy memang akhirnya lepas dari jerat pasukan biadab tersebut. Dia lari bersama Danny Archer, warga kulit putih kelahiran Zimbabwe, yang juga kerap membeli berlian mentah dari pasukan pemberontak. Vandy bisa lari ke London dan menemukan keluarganya yang tercerai-berai.

Itu memang cuplikan film Blood Diamond yang dibintangi Leonardo diCaprio dan Djimon Hounsou pada 1996. Tapi, film itu bukan sekadar fiksi. Latar belakang konflik di Sierra Leone benar-benar nyata. Konflik yang sekarang ini menyeret Charles Taylor, mantan presiden Liberia, ke Mahkamah Khusus Internasional di Den Hag, Belanda. Konflik yang bertabur berlian darah.

***

Kasus itu kian ramai karena Naomi Campbell ikut-ikutan terseret. Supermodel itu diduga menerima sekantong berlian mentah dari Charles Taylor setelah jamuan makan malam di Johannesburg, Afrika Selatan, pada 1997.

Motif Taylor, yaitu memberikan berlian mentah kepada Campbell, masih terus ditelusuri hingga sekarang. Tapi, mengapa mantan panglima milisi itu memilih untuk memberikan sekantong berlian mentah daripada sekotak perhiasan kepada model asal Inggris tersebut? S.E. Smith dari www.wisegeek.com punya jawabannya. “Bagi bekas pimpinan pemberontak seperti dia, berlian darah merupakan harta paling berharga,” tulisnya pada 8 Juni lalu.

Pada 1989 Taylor kembali ke Liberia setelah menuntaskan studinya di Bentley University (dulu Bentley College). Perguruan tinggi itu terletak di Kota Waltham, Middlesex County, Massachusetts, Amerika Serikat (AS). Begitu pulang ke tanah air, dia lantas didapuk menjadi ketua kelompok pemberontak Front Patriot Nasional untuk Liberia (National Patriotic Front of Liberia). Lewat aktivitas itulah bekas presiden yang kini berusia 62 tahun tersebut mengenal berlian darah.

Berlian darah kadang langsung dibarter dengan senjata atau logistik yang dibutuhkan para teroris dan kelompok pemberontak bersangkutan. Jadi, berlian tersebut tidak perlu diuangkan lebih dahulu.

Selanjutnya, persenjataan yang didapat lewat barter maupun hasil penjualan berlian ilegal tersebut dipakai untuk menyerang musuh. Korban pun berjatuhan. Dari situlah nama berlian darah muncul. “Kasus berlian darah paling sering muncul di Benua Afrika,” tandas Smith. Sejauh ini, tercatat tujuh negara di Afrika sering terlibat konflik berlian darah. Yakni, Liberia, Angola, Sierra Leone, Zimbabwe, Pantai Gading, Republik Kongo, dan Republik Demokratik Kongo (dulu Zaire).

Di mata para pemberontak dan teroris, berlian merupakan mata uang yang paling ideal. “Berlian tidak punya jejak yang bisa dilacak layaknya DNA,” tandas Jack Jolis, konsultan berlian mentah, seperti dilansir Wall Street Journal Selasa lalu (10/8). Bahkan, lanjut dia, untuk melacak asal tambang penghasil berlian pun, para pakar kesulitan. Tapi, satu yang pasti. Jolis menegaskan bahwa sebagian besar berlian Afrika ditambang di negara-negara yang relatif jauh dari konflik. Di antaranya, Botswana, Namibia, dan Afrika Selatan.

Sindikat penyelundup berlian, yang membawa keluar batu-batu mulia dari tambang, beraksi dengan sangat hati-hati. Jaringan mereka pun begitu rapi. Begitu rapinya, diyakini beberapa pemerintahan di Afrika terlibat dalam sindikasi tersebut. Demikian halnya dengan beberapa organisasi pemerintah. Pemerintah Liberia di bawah komando Taylor diduga ikut menikmati hasil transaksi berlian darah dan melindungi kelompok-kelompok teroris dan pemberontak yang terlibat.

Berlian Perlu Sertifikasi

Sebenarnya dunia internasional tidak tinggal diam. Sebagai organisasi terbesar masyarakat global, PBB berjuang keras untuk menghentikan transaksi dan penyelundupan berlian darah. Salah satunya lewat KPCS alias Skema Sertifikasi Proses Kimberley (Kimberley Process Certification Scheme). Per 13 Maret 2002 skema sertifikasi itu disahkan dan menjadi acuan wajib bagi seluruh organisasi, pemerintah, dan produsen berlian di dunia.

Berlian yang dijual bebas di pasaran tanpa melewati proses sertifikasi dianggap ilegal. Sewaktu-waktu lembaga pemerintah atau aparat berwajib bisa menyita berlian tanpa sertifikat karena dikategorikan sebagai berlian darah. Pengajaran kepada masyarakat untuk tidak membeli atau memakai perhiasan yang berasal dari berlian darah juga digalakkan. Di antaranya melalui kampanye Stop Blood Diamonds yang gencar disosialisasikan via internet.

Padahal, berlian darah bukan satu-satunya kasus sosial politik yang serius. Selain berlian darah, ada emas darah, mangan darah, tembaga darah, bahkan pisang darah di Afrika. “Masalahnya bukan pada berdarah atau tidaknya komoditas tersebut, tapi lebih pada pemerintahnya. Hampir semua mineral yang ditambang di Afrika bisa dengan mudah dimanfaatkan kelompok-kelompok ilegal karena longgarnya pengawasan,” tandas Jolis. Dia bahkan menyebut Afrika sebagai gudang mineral darah.

10 MISTERI YANG MENGGEMPARKAN DUNIA

wihans.web.id [Fenomena] :

1. Kutukan Mobil James Dean

Pada bulan September 1955, James Dean tewas dalam kecelakaan mobil yang mengerikan saat ia mengemudikan mobil Porche sportnya. Sesudah itu, mobilnya tampaknya menjadi mobil pembawa sial. Saat mobilnya diderek dari tempat terjadinya kecelakaan dan dibawa ke garasi, mesinnya copot dan jatuh mengenai mekaniknya, dan menghancurkan kedua kakinya.

Akhirnya mesinnya dibeli oleh seorang doctor, yang memasangnya di mobil balapnya dan tewas setelah itu, saat dia balapan. Pembalap lain, di balapan yang sama, tewas di mobilnya, yang dipasangi poros kardan milik James Dean. Tempat dimana porche milik James Dean diperbaiki, yaitu sebuah garasi, rusak terbakar habis.

Kemudian mobil itu dipamerkan di Scramento, namun tiba-tiba rusak berantakan dan melukai pinggul seorang remaja. Di Oregon, trailer dimana mobil itu diperbaiki terselip dan menghantam sebuah toko. Akhirnya, tahun 1959, secara misterius mobil itu rusak berantakan menjadi 11 bagian.

2. Bayi jatuh, diselamatkan dua kali oleh orang yang sama.

Di Detroit tahun 1930-an, ibu muda (yang sangat sembrono) harus berterima kasih sebesar-besarnya pada pria bernama Joseph Figlock. Saat Figlock sedang jalan-jalan, bayi ibu muda tersebut jatuh dari jendela dari lantai atas dan mengenai Figlock. Keduanya tidak terluka dan selamat. Tapi setahun setelah itu, bayi yang sama jatuh dari jendela yang sama, dan kebetulan sekali pria yang sama berjalan di bawahnya, dan lagi keduanya selamat.

3. Peluru yang sampai ke target setelah bertahun-tahun.

Henry Ziegland mengira dia pintar menghindar. Tahun 1883, dia putus dengan pacarnya, yang kemudian sangat stress dan bunuh diri. Kakak laki-laki pacarnya sangat marah, kemudian mendatangi Ziegland dan menembaknya. Setelah yakin dia sudah membunuh Ziegland, dia mengarahkan pistol ke dirinya sendiri dan bunuh diri.

Kenyataanya, Ziegland hanya tergores sedikit di wajah dan pelurunya nyasar dan nyantol di pohon. Tentu saja Ziegland merasa sangat beruntung. Bertahun-tahun kemudian dia memutuskan untuk menebang pohon itu, dengan peluru yang masih nyantol. Karena merasa pohon itu susah ditebang dia memutuskan untuk meledakkannya dengan memakai dinamit, Sial sekali, ledakannya membuat peluru itu mengenai kepalanya, dan dia tewas seketika.

4. Pria Kembar, yang hidupnya kembar.

Cerita mengenai kembar identik yang hidupnya hampir identik memang mengejutkan, tapi mungkin tidak ada yang lebih mencengangkan dari yang satu ini. Cerita dari saudara kembar yang berasal dari Ohio, yang dipisahkan sejak lahir, dan diadopsi oleh keluarga yang berbeda. Tidak mengenal satu sama lain, kedua keluarga menamai mereka dengan nama yang sama, James.

Inilah awal dari kebetulan-kebetulan itu. Kedua James tumbuh tanpa mengenal satu sama lain, namun keduanya sama-sama pernah menjalani pelatihan pelaksana-hukum, tertarik pada mechanical drawing dan pertukangan, dan menikahi wanita dengan nama Linda.

Keduanya memiliki anak laki-laki yang diberi nama James Alan. Keduanya juga menceraikan istrinya dan menikahi wanita lain, keduanya memiliki nama Betty. Dan keduanya memiliki anjing dengan nama Toy. 40 tahun setelah terpisah, kedua pria ini berkumpul kembali dan berbagi kehidupan mereka yang kembar.

5. Persis seperti bukunya Edgar Allan Poe.

Pada abad ke 19, penulis cerita horor terkenal, Egdar Allan Poe, menulis sebuah buku berjudul ‘The narrative of Arthur Gordon Pym’. Ceritanya mengenai 4 survivors dari kecelakaan kapal yang terdampar berhari-hari di tengah laut sebelum memutuskan untuk membunuh dan memakan awak kabin bernama Richard Parker. Bertahun-tahun setelah itu, Tahun 1884, kapal layar Mignonette, tenggelam, dengan hanya 4 orang selamat, dan berhari-hari terdampar, akhirnya 3 senior dari kru memutuskan membunuh dan memakan awak kabinnya. Nama awak kabin itu adalah Richard Parker.

6. Twin brothers, terbunuh di jalan yang sama, selisih 1 jam.

Tahun 2002, Saudara kembar berusia 70-an, tewas dengan selisih jam satu dengan lainnya pada kecelakaan yang berlainan di jalan yang sama di Finlandia selatan. Yang pertama tewas ketika ditabrak lari saat mengendarai sepedanya di Raahe, jarak 600 Km ke selatan dari ibukota, Helsinki.

Hanya berjarak 1,5 km dari kejadian dimana saudaranya tewas. “Ini adalah kebetulan yang bersejarah, meskipun jalannya terkenal sibuk, tapi kecelakaan jarang terjadi di sini”, police officer Marja-Leena Huhtala mengatakan pada Reuters. Hal ini sampai membuat bulu kuduk berdiri waktu mengetahui bahwa ternyata keduanya adalah saudara.

7. 3 Percobaan Bunuh Diri, Digagalkan Monk yang Sama.

Joseph Aigner pelukis cukup ternama pada abad ke 19 di Austria, tampaknya adalah orang yang tidak bahagia. Dia beberapa kali mencoba bunuh diri. Percobaan pertama pada usia 18 saat dia mencoba menggantung diri, tapi digagalkan oleh kemunculan misterius seorang Capuchin monk. Pada usia 22 dia mencoba menggantung diri lagi, tapi lagi-lagi diselamatkan oleh monk yang sama.

8 Tahun kemudian dia dibawa ke tiang gantungan karena aktifitas politiknya. Sekali lagi dia diselamatkan oleh monk yang sama. Di usia 68, Aiger akhirnya sukses melakukan bunuh diri dengan memakai pistol. Acara pemakamannya dipimpin oleh monk yang sama, pria yang namanya tidak pernah diketahui oleh Aiger.

8. Kemenangan Poker, tak disangka-sangka anaknya sendiri.

Tahun 1858, Robert Fallon ditembak mati, aksi balas dendam dari mereka yang bermain poker dengannya. Fallon dituduh memenangkan $600 pot dengan bermain curang. Dengan kursi Faloon sekarang kosong dan tidak ada pemain lain yang berkeinginan menggantikannya, akhirnya mereka menemukan pemain baru untuk menggantikan Fallon.

Saat polisi tiba untuk melakukan investigasi, pemain baru tersebut sudah melipatgandakan uang Fallon menjadi $2.200. Polisi meminta $600 milik Fallon untuk diberikan ke kerabat dekat Fallon, hanya saja ternyata pemain baru itu adalah anak laki-laki Fallon yang tidak pernah bertemu ayahnya sejak 7 tahun.

9. Novel yang tidak disangka-sangka menggambarkan tetangga yang menjadi mata-mata.

Saat Norman Mailer memulai novelnya Barbary Shore, sama sekali tidak ada rencana bahwa mata-mata Rusia yang menjadi karakter. Saat dia menggarapnya, dia memperkenalkan mata-mata Rusia ini sebagai karakter minor. Selama pekerjaan berlanjut, mata-mata ini menjadi karakter dominan di novel. Setelah novelnya selesai, petugas Imigrasi U.S menahan pria yang tinggal satu lantai di atas apartemen Mailer. Dia adalah kolonel Rudolf Abel, dipercaya sebagai mata-mata Rusia kelas satu saat itu.

10. Mark Twain dan komet Halley.

Mark Twain lahir saat penampakan komet Halley tahun 1835, dan meninggal di penampakan komet Halley berikutnya 1910. Dia sendiri memprediksinya tahun 1909 saat dia berkata “Aku datang dengan komet Halley tahun 1835. Tahun depan komet ini datang lagi, dan aku berharap bisa pergi dengannya”.

MONUMEN STONEHENGE


Stonehenge merupakan sebuah monumen batu peninggalan manusia purba pada zaman Perunggu dan Neolithikum yang terletak berdekatan dengan Amesbury sekitar 13 kilometer (8 batu) barat laut Salisbury Plain, Propinsi Wilshire, Inggris.


Stonehenge sendiri terdiri dari tiga puluh batu tegak (sarsens) dengan ukuran yang sangat besar (masing-masing batu pada mulanya seragam tingginya, yaitu 10 meter dengan masing-masing batu mempunyai berat 26 ton), semua batu tegak tersebut disusun dengan bentuk tegak melingkar yang dikenal sebagai megalithikum.



Terdapat perdebatan mengenai usia sebenarnya lingkaran batu itu, tetapi kebanyakan arkeolog memperkirakan bahwa sebagian besar bangunan Stonehenge dibuat antara 2500-2000 SM. Bundaran tambak tanah dan parit membentuk fase pembangunan monumen Stonehenge yang lebih, awal sekitar 3100 SM. Walaupun seusia dengan ( henges ) zaman Neolithikum yang menye rupai Stonehenge, Stonehenge mungkin memiliki keterkaitan dengan bulatan batu lain yang terdapat di British Isle seperti Cincin Brodgar namun ukuran trilitonnya sebagai contoh menjadikannya unik. Tempat ini dimasukkan dalam daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1986.

Di dalam 30 lingkaran batu besar tadi, juga masih terdapat sekitar 30 batu dengan ukuran yang lebih kecil yang dinamakan Lintels, yang disusun dengan bentuk melingkar juga.Tapi pada saat ini keba nyakan batu-batu tegak tadi telah terkikis dan jatuh.

Prasejarah
Menurut Arkeolog inggris, Richard Jhon Coplan Atkinson (1950), Stonehenge kira-kira dibangun sekitar 5000 tahun silam, pembangunannya sendiri dibagi menjadi beberapa fase (I,II,IIIa,IIIb, dan IIIc). Tentunya dengan banyaknya tahapan fase dalam pembangunan Stonehenge, menunjukkan bahwa bangunan tersebut memerlukan waktu yang sangat lama dalam pengerjaannya, mulai dari peng angkutan batunya sendiri sampai tahap pengukiran pada setiap batunya. Pene muan diketahui adanya ukiran disetiap batu Stonehenge, hal ini baru diketahui oleh para peneliti baru-baru ini. Menurut seorang Arkeolog, Tom Goskar, dengan metode scaning laser, ukiran-ukiran pada batu tersebut baru akan terlihat. Jika deng an mata telanjang tidak akan terlihat. Tentunya dengan ditemukannya bentuk-bentuk ukiran pada bebatuan, setidaknya bisa memberikan secercah harapan untuk menguak kegunaan Stonehenge pada masa lalu.

Kompleks Stonehenge dibangun dalam beberapa fase pembangunan selama 2.000 tahun dan sepanjang kurun waktu itu aktivitas terus berjalan. Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya sesosok mayat seorang Saxon yang dipancung dan dikebumikan di tugu peringatan tersebut, dan kemungkinan mayat tersebut berasal dari abad ke-7 M.

Stonehenge I
Monumen pertama terdiri dari lingkaran tebing bulat dan parit berukuran 115 meter (320 kaki) diameter dan dengan satu pintu masuk di bagian timur laut. Fase ini adalah sekitar 3100 SM. Di bagian luar kawasan lingkaran terdapat 59 lubang, dikenal sebagai lubang Aubrey untuk memperingati Jhon Aubrey, arkeolog abad ketujuh belas yang merupakan orang pertama yang mengetahui lubang-lubang tersebut. Dua puluh lima dari lubang Aubrey diketahui mempunyai perkebumian abu pada dua abad setelah berdirinya Stonehenge. Tiga puluh abu mayat diletakkan di dalam parit kawasan lingkaran dan bagian lain dalam kawasan Stonehenge. Tembikar Neolitikum akhir telah ditemukan bersama-sama ini memberikan bukti tanggal. Sebuah batu tunggal monolit besar yang tidak dilicinkan dikenal sebagai ‘Batu Tumit’ ( Heel Stone ) terletak di luar pintu masuk.

Stonehenge II
Bukti fase kedua tidak lagi kelihatan. Bagaimanapun bukti dari beberapa lubang tiang dari waktu masa ini membuktikan terdapatnya beberapa bangunan kayu yang dibangun dalam kawasan lingkaran sekitar awal milenium ketiga SM. Beberapa kesan papan yang didapati dile takkan pada pintu masuk. Fase ini sama dengan tempat Woodhenge yang terletak berdekatan.

Stonehenge IIIa
Ekskavasi arkeologi menunjukkan bahwa sekitar 2600 SM, dua lengkungan bulan sabit dibuat dari lubang (dikenal sebagai lubang Q dan R) yang digali di tengah-teng ah lokasi. Lubang tersebut mengandung 80 batu biru tegak yang dibawa dari bukit Preseli, 250 batu di Wales. Batu-batu tersebut dibentuk menjadi tiang dengan teliti, kebanyakan terdiri dari batu jenis dolerite bertanda tetapi juga termasuk contoh batu rhyolite, tufa gunung berapi, dan myolite seberat 4 ton.

Pintu masuk dilebarkan pada masa ini menjadikannya selaras dengan arah matahari naik pertengahan musim panas dan matahari terbenam pertengahan musim semi masa tersebut. Monumen tersebut ditinggalkan tanpa disiapkan, sementara batu biru kelihatannya di pindah dan lubang Q dan R ditutup. Ini kemungkinan dilakukan pada masa fase Stonehenge IIIb. Monumen ini kelihatannya melebihi tempat di Avebury dari segi kepentingannya pada akhir masa ini dan Amesbury Archer, ditemukan pada tahun 2002 tiga batu ke selatan, membayangkan bagaimana Stonehenge kelihatan pada masa ini. Stonehenge IIIa dikatakan diba ngun oleh orang Beaker

Stonehenge IIIb
Pada aktivitas fase berikutnya pada akhir milenium ketiga 74 SM mendapati batu Sarsen yang besar dibawa dari kueri 20 batu di utara di lokasi Marlborough Downs. Batu-batu tersebut dikemaskan dan dibentuk dengan sambungan pasak dan ruas sebelum 30 didirikan membentuk bulatan tiang batu berukuran 30 meter diameter dengan 29 atap batu ( lintel ) di atas. Setiap bongkah batu seberat 25 ton dan jelas dibentuk dengan tujuan membuat kagum.

Batu orthostat lebar sedikit di bagian atas agar memberikan gambaran ia kelihatan lurus dari bawah ke atas sementara batu alang melengkung sedikit untuk menyambung gambaran bundar monumen lebih awal.

Di dalam bulatan ini terletak lima trili thon batu sarsen diproses dan disusun dalam bentuk ladam. Batu besar ini, sepuluh menegak dan lima batu alang, dengan berat masing-masing hingga 50 ton yang disambungkan dengan sambungan rumit. Ukiran pisau belati dan kepala kapak terdapat di sarsen. Dalam masa ini, jalan sepanjang 500 meter dibangun, menuju ke arah timur laut dari pintu masuk dan mengandung dua pasang tambak selaras yang berparit di tengahnya. Terakhir dua batu portal besar dipasangkan di pintu masuk yang kini hanya tinggal satu, Batu Penyembelihan ( Slaughter Stone ) 4,9 meter (16 kaki) panjang. Hal ini dipercayai hasil kerja kebudayaan Wessex Zaman Perunggu awal, sekitar 2000 SM.

Stonehenge IIIc
Selepasnya pada Zaman Perunggu, batu biru kelihatannya telah ditegakkan semula, dalam bulatan antara dua tiang sarsen dan juga dalam bentuk ladam di tengah, mengikuti tata layout sarsen. Walaupun ia kelihatannya satu fase kerja yang menakjubkan, pembangunan Stonehenge IIIc dibangun kurang teliti berbanding Stonehenge IIIb, batu biru yang ditegakkan kelihatannya mempunyai pondasi yang tidak kokoh dan mulai tumbang. Salah satu dari batu yang tumbang telah diberi nama yang kurang tepat sebagai Batu Penyembahan ( Altar Stone ). Dua bulatan lubang juga digali di luar bulatan batu yang dikenal sebagai lubang Y dan Z. Lubang-lubang ini tidak pernah diisi dengan batu dan pembangunan lokasi peringatan ini kelihatannya terbiarkan sekitar 1500 SM.

Stonehenge IV
Sekitar 1100 SM, jalan raya Avenue disambung sejauh lebih dari dua batu sampai ke Sungai Avon walaupun tidak jelas siapakah yang terlibat dalam kerja pembangunan tambahan ini.

Teori mengenai Stonehenge
Penelitian serius pertama dilakukan sekitar 1740 oleh William Stukeley. Stukeley keliru menyatakan bahwa lokasi ini dibangun oleh Druid, tetapi sumbangannya yang terpenting adalah mengambil gambar yang terukur mengenai lokasi Stonehenge yang membenarkan analisis yang lebih tepat tentang bentuk dan kepentingannya. Yang menunjukkan bahwa henge dan batunya disusun dalam bentuk tertentu yang mempunyai kepentingan astronomi.

Gerald Hawkins, Seorang Profesor Astronomi. Juga mengeluarkan pernyataan bahwa fungsi sesungguhnya dari Stonehenge dimasa lalu adalah sebagai Observatorium Astronomi yang canggih untuk meramalkan datangnya Gerhana Matahari ataupun Bulan (Stonehenge Decoded). Munurutnya, peletakkan setiap batu pada stonehenge mengandung kekayaan informasi untuk menunjang pernyataan tersebut.

Menurutnya, “Jika anda bisa memahami posisi pada setiap susunan batu, maka anda pasti dapat menyimpulkan mengenai kegunaan Stonehenge pada masa lalu”. Para Astronom lainnya juga menemukan siklus 56 tahun Gerhana Matahari dan Bulan dengan cara mendecode setiap batu pada Stonehenge.

Pada setiap batu tegak, merefleksikan posisi tertentu dari cahaya matahari, sehingga sangat akurat untuk menunjukkan siklus perhitungan astronomi. Sungguh hebat orang-orang zaman itu.

Bagaimana batu biru diangkut dari Wales telah banyak dibincangkan dan berdasarkan penelitian bahwa ia mungkin merupakan sebagian dari batu peringatan lebih awal di Pembrokeshire dan dibawa ke Dataran Salisbury ( Salisbury Plain ). Banyak arkeolog percaya bahwa Stonehenge merupakan percobaan mengekalkan dalam bentuk batu, bangunan papan yang bertaburan di Dataran Salisbury seperti Tembok Durrington.

Monumen ini diselaraskan timur laut – barat daya dan keutamaan diletakkan oleh pembangunnya pada titik balik matahari dan equinox sebagai contohnya, pada pertengahan pagi musim panas, matahari muncul tepat di puncak batu tumit ( Heel stone ), dan cahaya pertama matahari ke tengah Stonehenge antara dua susunan batu berbentuk ladam. Ini tidak mungkin terjadi secara kebetulan. Matahari timbul pada arah berlainan pada permukaan geografi tempat berlainan. Untuk penyelarasan itu tepat, ia mesti diperkirakan tepat untuk garis lintang Stonehenge pada 51° 11’. Penyelarasan ini, tentunya dasar bagi reka dan bentuk dan tempat bagi Stonehenge. AlexanderThom berpendapat bahawa lokasi tersebut diatur menurut ukuran yar megalitikum.



Maka sebagian pendapat bahwa Stonehenge melambangkan tempat observatorium kuno, walaupun berapa jauh penggunaan Stonehenge untuk tujuan tersebut dipertentangkan. Sebagian pendapat pula mengemukakan teori bahwa ia melambangkan farah besar (Artikel dari the Observer), komputer atau juga lokasi pendaratan makhluk asing.

Banyak perkiraan mengenai pencapaian mesin diperlukan untuk membangun Stonehenge. Mengandaikan bahwa batu biru ini dibawa dari Wales dengan tenaga manusia dan bukannya oleh gletser sebagaimana dugaan Aubrey Burl, pelbagai cara untuk memindahkannya dengan menggunakan tali dan kayu. Pada 2001, suatu percobaan untuk mengalihkan satu batu besar sepanjang jalan darat dan laut yang mungkin dari Wales ke Stonehenge. Sukarelawan menariknya di atas luncur ( sledge ) kayu di daratan tetapi jika dipindahkan ke replika bot prasejarah, batu tersebut tenggelam diSelat Bristol.

Ukiran senjata pada sarsen adalah unik pada seni megalitikum di Kepulauan British ( British Isles ) di mana desain lebih abstrak, begitu juga batu berbentuk ladam kuda adalah luar biasa bagi kebudayaan yang mengatur batu dalam bentuk bundar. Motif tersebut biasa bagi penduduk Brittany pada masa itu dan pada dua fase Stonehenge telah dibangun di bawah pengaruh continental influence. Ini dapat menjelaskan pada satu tahap, tentang reka dan bentuk monumen, tetapi pada keseluruhannya, Stonehenge masih dapat dijelaskan dari segala konteks kebudayaan Eropa prasejarah.

Perkiraan mengenai tenaga manusia yang diperlukan untuk membangun pelbagai fase Stonehenge meletakkan jumlah keseluruhan yang terlibat atas berjuta jam manusia bekerja. Stonehenge I kemungkinan memerlukan sekitar 11.000 jam, Stonehenge II sekitar 360.000 dan pelbagai baian bagi Stonehenge III mungkin melibatkan sehingga 1.75 juta jam. Membentuk batu-batu ini diperkirakan memerlukan 20 juta jam manusia menggunakan perkakas primitif yang terdapat pada masa itu.



Mitos dan legenda
Batu Tumit ( The Heel Stone ) pada suatu masa dikenal sebagai Friar’s Heel. Cerita rakyat, yang tidak dapat dipastikan asalnya lebih awal dari abad ke tujuh belas, menceritakan asal nama batu ini.

Sebagian pendapat mendakwa Tumit Friar ( “Friar’s Heel” ) adalah perubahan nama “Freya’s He-ol” atau “Freya Sul”, dari nama Dewa Jerman Freya dan (didakwa) perkataan Welsh bagi “laluan” dan “hari matahari” menurut turutan.

Sebuah argumen yang mengejutkan tentang sejarah Stonehenge di kemukakan oleh seorang ahli Sejarah dan Topografi Irlandia, Gerald Wales. Dia menyebutkan bahwa Manusia Raksasa telah membawa batu-batu maha besar tersebut dari Afrika ke Inggris. Dari struktur geologi pada batu-batu penyusun Stonehenge sendiri memang menunjukkan bahwa batu-batu maha besar itu bukanlah berasal dari wilayah Eropa, karena strukturnya sangat berbeda, namun mirip dengan batu-batuan dari wilayah Afrika.

Stonehenge juga dikaitkan dengan legenda Raja Arthur. Geoffrey dari Monmouth berkata bahwa tukang sihir Merlin telah melakukan pemindahan Stonehenge dari Irlandia, di mana ia telah dibangun di Gunung Killaraus oleh raksasa yang membawa batu-batu tersebut dari Afrika.

Jika Manusia raksasa itu memang ada, seperti yang kita ketahui, pembangunan The Great Pyramid Giza Mesir, katanya juga ada sangkut pautnya dengan para Manusia Raksasa. Bagaimana cara mereka membawa batu-batu berat tersebut? Mungkin hal ini dimungkinkan jika Manusia Raksasa dengan tinggi 7-10 meter yang mengangkut sekaligus menyusun bebatuan tersebut.

Selasa, 24 Agustus 2010

FAKTA LUAR BIASA ALBERT EINSTEIN

1. Ketika Einstein lahir ia seorang bayi yang gemuk dan berekepala besar, (ibunya sampai-sampai menyangka ia cacat).

2. Einstein ketika masih kanak-kanak susah sekali berbicara, (Sebagai anak kecil ia susah sekali berbicara, kalau berbicara ia sangat lamabat atau terbata-bata, ini berlanjut sampai ia berumur 9 tahun).

3. Einstein di inspirasi oleh sebuah kompas, ( Ketika Einstein berumur 5 tahun terbaring di tempat tidur karena sakit ayahnya memperlihatkan kepadanya sesuatu yang menyulut minatnya pada sains benda itu adalah: Kompas).

4. Einstein gagal ujian untuk masuk ke perguruan tinggi, Dalam tahun 1895, pada usia 17 tahun, Albert Einstein masuk ke Swiss Federal Polytechnical School(Eidgenössische Technische Hochschule atau ETH). Ia lulus ujian matematika dan pelajaran sains, tapi gagal di pelajaran lainnya (sejarah, bahasa, geografi, dll)!, pernah ia masuk ke sekolah perdagangan tapi akhirnya kembali lagi ke ETH setahun kemudian.

5. Einstein mempunyai anak terlarang atau HARAM!, (Pada tahun 80an surat-surat pribadi eisntein mengungkapkan sesuatu yang baru, yaitu ia memiliki anak haram dari sesama mantan siswi Mileva Marić).

6. Einstein Mempunyai hubungan yang buruk pada anak pertamanya, (Setelah perceraiannya dengan istrinya, hubungan Einstein dengan anaknya hans Albert menjadi layaknya batu, Hans mencela ayahnya karena setelah memenangkan hadiah nobel ia htidak peduli lagi pada istrinya , sehingga mantan istrinya mendaptkan kesulitan finansial).

7. Einstein Menikahi Gadis Muda, (Sesudah Einstein menceraikan Mileva (ketidaksetiaannya didaftar sebagai salah satu sebab untuk keretakan), dia segera menikahi sepupunya Elsa Lowenthal. Sebetulnya, Einstein juga mempertimbangkan menikah dengan Elsa’s (dari perkimpoian pertamanya) Ilse, tetapi dia berkeberatan)

8. Einstein, Pecinta Damai, tetapi mendesak FDR untuk membangun Bom Atom, (Hasilnya, 2 bom atom jatuh di hiroshima dan nagasaki).

9. Otak Einstein diawetkan di Guci selama 43 Tahun.

Yah begitulah Fakta-Fakta Luar Biasa dari Seorang Jenius abad 20 ini.

Kamis, 19 Agustus 2010

MAHLUK DASAR LAUT






Misteri Makhluk Dasar Laut
Kisah-kisah tentang raksasa laut yang diceritakan oleh para pelaut tidak pernah dipandang dengan serius. Dua per tiga dunia ditutupi air. Ini adalah area yang luas untuk ditinggali dan juga tidak bisa dijangkau manusia. Tidak dipastikan apakah nanti laut akan memperlihatkan dirinya seperti akuarium kepada ilmuwan. Jika ini terjadi kita akan bisa melihat gua-gua laut ditinggali sesuatu seperti apa yang kita baca hanya di buku-buku fantastis. Tapi untuk sementara waktu ini, kita hanya bisa membuat perkiraan mengenai kehidupan laut sebenarnya berdasarkan sedikit bukti yang diperlihatkan oleh laut dari waktu ke waktu kepada kita.

April beberapa tahun lalu, cumi-cumi sepanjang 15 meter terdampar di Kanada; sebuah trailer dipakai untuk memindahkan moluska raksasa itu. Cumi-cumi ini dikirimkan ke pusat penelitian di mana para ahli mengukur tentakel dan menyimpulkan bahwa ini adalah moluska jenis baru yang belum dikenal oleh ilmu pengetahuan. Para ilmuwan menghabiskan jutaan dolar untuk menangkap atau paling tidak mengambil foto moluska raksasa yang tinggal di kedalaman laut. Tetapi, tidak ada hasil apa pun dari ekspedisi mahal ini. Tidak satu peneliti pun melihat raksasa cephalopoda hidup, hanya ada yang mati terdampar di pantai.

Pelaut beberapa kali menyatakan mereka melihat cumi-cumi raksasa hidup. Cerita ini dianggap seperti dongeng pelaut mabuk. Orang-orang tahu bahwa pelaut menceritakan cerita luar biasa bukan tentang moluska raksasa.

Pada 1955, sebuah koran Kanada mempublikasikan cerita misterius yang didapat dari pelaut. Sebuah kapal yang berlayar menambrak sesuatu yang aneh. Setelah berpisah jauh, benda itu terlihat seperti bukan ikan hiu busuk atau ubur-ubur raksasa mengambang di permukaan air. Ketika kapal mendekati benda itu, pelaut John Squires bersandar di papan untuk mengait benda itu.

Tetapi setelah pengait besi menyentuh benda seperti ubur-ubur itu, sebuah tentakel besar ke luar darinya. Pelaut itu ketakutan dan terjatuh di dek. John kaget dan wajahnya pucat pasi. Dua anggota awak kapal harus menolong dia ke kabin di mana dia menunggu sampai tiba di pelabuhan. Cerita ini muncul tidak jauh dari lokasi tempat moluska besar terdampar musim semi lalu. Pelaut itu sangat terpukul hingga Joh Squires tidak pernah melaut lagi sejak hari itu.

Apa yang diketahui orang tentang monster cephalopoda? Hampir tidak ada dan jika ada yang tahu, hanya tahu sedikit sekali. Cephalopoda besar hidup di kedalaman sekitar 2.000 meter. Mereka menghabiskan seluruh hidupnya berenang dan terus bergerak. Kita bisa memperkirakan ukuran cephalopoda besar melalui ukuran mata dari cumi-cumi besar yang disimpan di musium Amerika sekarang. Mata dari cumi ini berdiamater 40 sentimeter yang hampir sebesar bola basket. Mata ini diambil dari perut hiu besar yang dibunuh oleh pemburu hiu. Cumi adalah makanan favorit dari hiu besar. Biasanya mereka makan cumi yang lebih kecil 4-6 kg dan menelannya dalam kelompok, ketika hiu besar menunjukkan kekuatan mereka. Sebagian besar kasus, kata ilmuwan, hiu adalah pemenangnya dan memakan musuhnya.

Ada lagi satu misteri, baru-baru ini, peneliti Jepang melakukan eksperimen menarik di Teluk Suruga, tidak jauh dari Mariana Trench, tempat paling dalam di samudera dunia. Para peneliti meletakkan sebuah kontainer dengan umpan berbau di dasar teluk. Video kamera khusus ditempelkan di dinding kontainer, lalu peneliti tersebut memperhatikan monitor untuk melihat apa yang akan terjadi dengan kontainer dan umpannya.

Bau dari umpan menarik sekelompok hiu yang tinggal di kedalaman laut. Kemudian peneliti melihat sesuatu yang luar biasa yang membuat mereka tidak bisa berkata-kata. Tiba-tiba hiu-hiu itu lari ke segala penjuru dan para peneliti melihat monster yang sangat besar di layar monitor mereka. Raksasa itu dengan gerak lambat menjauh dari kamera video di kedalaman 1,5 kilometer. Panjang Goliat laut itu lebih dari 60 meter. Tidak jelas raksasa itu apa.

Para peneliti gagal menjawab pertanyaan, hanya bisa menduga makhluk apakah itu. Mereka mengatakan itu mungkin hiu tidur, hiu paling besar. Sampai sekarang orang hanya tahu sedikit fakta tentang hiu ini. Mereka selama ini bersembunyi di kedalaman laut selama jutaan tahun. Orang-orang tidak pernah melihat hiu-hiu tidur hidup dan cumi raksasa. Hanya sekali, pada 1964, beberapa hiu tidur mati terdampar di Indonesia. Itu cuma hiu muda terlihat dari ukurannya yang hanya 26 meter.

Sekarang mari kita pergi ke Skotlandia, Danau Loch, rumah dari satu lagi monster misterius yang dipanggil orang Nessy. Ada sejumlah laporan mengatakan banyak orang melihat monster misterius. Setiap tahun media melaporkan banyak bukti dari saksi mata yang bertemu dengan warga sekitar. Perusahaan Skotlandia mempergunakan kesempatan untuk mencetak banyak uang dari hadiah aneh dari alam ini. Toko kecil dekat danau menjual bertumpuk cindera mata, buku panduan dan barang kerajinan tangan lainnya dengan gambar Nessy. Orang lokal mematok tarif yang sangat masuk akal untuk mengantar anda melalui rute tempat orang lain mengatakan pernah melihat monster itu.

Masih ada skeptisme yang mengatakan monster danau itu hanya imajinasi. Mereka meminta untuk menceritakan spesimen dari monster danau dan mengatakan paling tidak mereka ingin menyentuh mayatnya, setelah itu mereka baru mau percaya fenomena ini benar-benar ada.

Mari kita tinggalkan skeptisme ini. Di tahun 1966, seorang pilot Royal Air Force memberikan pernyataan bahwa monster laut itu ada. Mereka merekam sebuah kejadian dimana salah satu dari makhluk itu menyeberangi danau Loch. Ketika para ahli mempelajari rekaman itu mereka menyimpulkan bahwa ini adalah makluk hidup. Ketika monster itu menyeberangi danau; gerakannya membentuk huruf “V” di permukaan danau. meskipun orang skeptis dan mengatakan ini hanya bongkahan kayu, yang mana pastinya bukan. Bongkah kayu tidak mengapung dalam kecepatan seperti ini.

Diduga bahwa monster Danau Loch adalah presiosaurus hidup. Tidak dipastikan apakah sekelompok presiosaurus hidup di danau dan menganggu para turis dari waktu ke waktu (atau mungkin para turis mengganggu makhluk ini?) Mungkin saja makhluk prasejarah ini bertahan hidup dalam jutaan tahun? Ini adalah hal yang mungkin karena kura-kura, buaya dan hiu hidup di era yang sama dengan presiosaurus dan masih bertahan hingga hari ini.