Minggu, 15 Agustus 2010

SEJAK DULU BULAN KITA MASIH TETAP MISTERI

Bulan yang biasa kita amati pada malam hari ternyata menyimpan suatu misteri unik yang tetap dipertanyakan oleh para ahli. Keberadaannya, usianya, dan bahkan semua tentang bulan membuat gambaran dari bulan itu sendiri menjadi suatu misteri bagi penduduk bumi.

Dr. Robin Brett dari NASA pernah mengatakan bahwa, “sepertinya lebih mudah menjelaskan mengapa bulan tidak ada daripada mengapa ada bulan.”

Usia Bulan
Salah satu yang paling membingungkan dari bulan adalah usianya. Hampir semua dari bebatuan bulan yang dibawa ke bumi untuk diamati ternyata mempunyai usia 90% lebih tua dibandingkan dengan bebatuan bumi yang paling tua sekalipun. Hingga saat ini bebatuan bumi yang paling tua yang pernah ditemukan adalah yang berumur 3,7 miliar tahun, sedangkan bebatuan bulan ternyata berusia antara 4,3 dan 5,3 miliar tahun. Penelitian tentang bulan ini sekaligus membuat lutut dari para pengagum teori kreasonis (teori penciptaan bumi) sempat gemetar. Dalam bible sendiri dicatat bahwa bulan diciptakan pada hari keempat, dan seharusnya apapun yang ditemukan para ahli diluar sana mengenai bulan akan mengatakan bahwa bulan setidaknya lebih muda dari bumi. Jika dalam beberapa dekade kedepan tidak ditemukan lagi bebatuan bumi yang lebih tua, maka kemungkinan fakta mengenai bulan akan mulai mengolok-olok para pengagum teori kreasonis.

klik utuk perbesar


Bulan Berongga
Ketika akan meninggalkan bulan dalam misi pendaratan di bulan, pesawat apolo 12 melontarkan pesawat pendarat kembali ke bulan, dan dari apa yang dicatat oleh mesin pencatat gempa yang dipasang di bulan, ternyata terjadi gempa yang berlangsung selama lebih dari 15 menit dalam radius 72km dan mengeluarkan dengungan. Sama halnya ketika kita memukul tong kosong dengan martil sekuat tenaga, maka tong tersebut akan mengeluarkan bunyi dari getaran yang dihasilkan. Hal yang sama juga terjadi pada bulan, dan ini telah membuktikan bahwa bulan itu kosong.

Debu yang Hilang
Jika memang bulan memiliki usia seperti bebatuannya yang berhasil diteliti, maka seharusnya ada tumpukan debu yang menutupi permukaannya setebal 180 kaki, namun nyatanya debu yang menutupi permukaan bulan hanya setebal 2 inci.

Berlapiskan Unsur Logam
Komposisi bebatuan bulan ternyata bukan sembarang bebatuan. Ketika para ahli mencoba melakukan pengeboran di bulan mereka terkejut karena mendapati permukaan bulan terlalu sukar untuk ditembus. Setelah diteliti, ternyata terdapat komposisi unsor logam yang sangat keras, yaitu unsur logam titanium, bahan yang sama yang digunakan untuk membuat pesawat antariksa. Kesimpulan mengenai bulan pun semakin bertambah yaitu, bola titanium raksasa yang berongga.

Dewa Anjing Menelan Matahari
Orang dahulu acap kali berhasil mengamati suatu fenomena alam yang aneh, mereka menyebutnya dengan istilah "dewa anjing menelan matahari", di saat itu akan ada benda langit berwarna hitam menutup total matahari, langit siang hari yang terang benderang tiba-tiba menjadi gelap gulita, dipenuhi dengan kelap-kelip bintang, yaitu “gerhana matahari total” yang dikenal oleh ilmuwan sekarang ini. Pada saat gerhana matahari total, benda langit hitam yang kita lihat adalah bulan, ukuran bulan persis bisa menutupi matahari, artinya jika dilihat dari bumi, bulan dan matahari sama besarnya.

Belakangan astronom mendapati, bahwa jarak matahari ke bumi persis 395 kali lipat jarak bulan ke bumi, sedangkan diameter matahari juga persis 395 kali lipat diameter bulan, maka jika dilihat dari bumi, bulan persis sama besarnya dengan matahari. Diameter bumi adalah 12.756 km, diameter bulan 3.467 km, dan diameter bulan adalah 27%-nya diameter bumi.

LEGENDA TAMBANG EMAS THE DUTCHMAN

Inilah kisah tentang tambang emas yang hilang “The Lost Dutchman (Gold) Mine”. Di sekitar pegunungan Superstition Mountain di sebelah timur Phoenix, wilayah Arizona, Amerika Serikat. Suatu tempat yang disucikan suku-suku Apache yang mendiami wilayah barat daya Benua Amerika. Tentang hamparan tanah kuning menyala yang menjadi tempat bersemayamnya Dewa Petir (Thunder God), pelindung tanah suci.


Menurut kepercayaan mereka, jika wilayah suci ini dilanggar, maka sang Dewa akan marah. Petaka dan kutukan akan merajam siapa saja yang berani menodai tanah suci ini. Kematian yang berakhir dengan mutilasi atau petaka lain yang kemudian memang menghantui lembah dan pegunungan ini. Sampai akhirnya para penambang mulai mencium bau emas… tragedi pun mulai bergulir.
Awal Pencarian Emas

Menurut sejarah, Francisco Vasquez de Coronado, seorang penjelajah Spanyol, menantang mitologi suku-suku Indian. Ia merancang ekspedisi melintasi tanah keramat Indian dan puncak-puncak “terlarang” di wilayah utara Meksiko hingga barat daya Amerika pada 1540. Tujuannya, mengungkap legenda Tujuh Kota Emas Cibola (Seven Golden Cities of Cibola). Dari sini lah kutukan itu menampakkan wujudnya.



Dalam ekspedisi ini, sejumlah besar anggota ekspedisi Fransisco ditemukan mati di pegunungan. Semua tewas dalam keadaan kepala terpenggal. Begitu pun ekpedisi ini berhasil menemukan jejak emas tersembunyi di Grand Canyon dan wilayah sekitarnya.


Paska Francisco, menyusul ekpedisi yang dilakukan para misionaris Spanyol yang dirintis oleh Eusebio Francisco Kino. Ia memulai misi sejak dekade 1700. Kino mendengar tentang legenda emas tersembunyi suku-suku Apache. Awalnya kaum Apache menyambut rombongan misionaris dengan tangan terbuka. Namun karena mereka ternyata tergiur pada emas, suku Apache pun mulai marah. Khawatir Dewa Petir murka karena kaum pendatang sering melintasi tanah suci, pembantaian pun dimulai…


Keluarga Peralta

Tercatat pada 1748, Raja Spanyol Ferdinand VI menghadiahkan tanah seluas 3.750 mil persegi (kini wilayah Arizona) kepada peternak besar Meksiko, Don Miguel Peralta dari Sonora. Namun di area tersebut kemudian diketahui terdapat beberapa tambang perak dan emas.



Tahu mendapat hadiah tanah yang berharga, Don Miguel Peralta memimpin ekspedisi peninjauan tanah tersebut. Ternyata di suatu tempat dekat pegunungan Superstition Mountain ia menemukan tambang emas tersembunyi. Ia menamakan tempat itu sebagai “Sombrero Mine”. Sejak itu selama hampir seratus tahun, keluarga Peralta beberapa kali melakukan penambangan emas di sana. Tetapi Indian Apache yang merasa tanahnya dinodai kemudian melakukan teror. Hampir sebagian besar penambang yang tewas dikuliti kepalanya, dipenggal atau tewas dengan mata tercungkil.


Pada 1846, Miguel Peralta (cucu dari Don Miguel Peralta–nama yang sama) memimpin penambangan emas besar-besaran bersama 400 pekerja tambang. Kaum Apache menganggap ini sebagai penghinaan dan penodaan. Saat rombongan akan keluar membawa emas dari “tanah suci” untuk kedua kali, Apache melakukan sergapan di sebuah celah sempit. Pertempuran pun pecah. Selama tiga hari, rombongan penambang Peralta dihujani panah dan mesiu. Keledai pembawa emas dan perbekalan lari terpencar. Seluruh penambang dibantai dalam upaya menyelamatkan diri. Tewas terpenggal dan dikuliti. Peristiwa ini dikenang sebagai “Peralta Massacre” (1848). Hanya beberapa anggota Keluarga Peralta yang berhasil pulang ke Meksiko dalam keadaan hampir mati.


Sejak peristiwa itu, perburuan tambang pun mulai dilakukan orang perorang atau secara berkelompok. Termasuk dua imigran Jerman “The Dutchman,”Jacob Walz dan Jacob Weiser, yang paling “sukses” menambang di sana. Hingga tambang tersebut kini berjuluk “The Lost Dutchman Mine”. Namun tak seorang pun yang bisa hidup lebih lama setelah mendapat emas itu… sebuah misteri!


“The Dutchman”

Tambang Emas di Superstition Mountain, Arizona, sebelumnya dijuluki keluarga Peralta sebagai “Sombrero Mine”. Mungkin karena letak tambang itu di sebuah lembah yang berbentuk bundar mengerucut, persis topi sombrero Meksiko yang terbalik. Tetapi misteri tambang ini kemudian lebih dikenal sebagai “The Lost Dutchman Mine”.



Ini berkaitan dengan julukan suku-suku Indian dan penghuni koloni Amerika terhadap dua imigran Jerman yang pernah “sukses” menambang di area tersebut. Orang Jerman kala itu dijuluki sebagai “Dutchman”.


Pada 1871, dua petualang Jerman, Jacob Walz dan Jacob Weiser mengawali petualangan pencarian emas di Amerika. Walz adalah sarjana pertambangan lulusan Heidelburg University, Jerman, sementara Weiser adalah ahli pertukangan. Keduanya sahabat karib sejak dari Jerman puluhan tahun silam.


Ada versi cerita yang mengatakan kedua Jacob ini pernah menolong keluarga Peralta dari kematian. Peralta kemudian memberi tahu lokasi tambang emas sebagai balas budi, namun dengan perjanjian bagi hasil 50-50. Dari sini lah petualangan ke tambang emas di teritori Apache di dekat Superstition Mountain, Arizona dengan penanda sebuah gunung “Telunjuk Tuhan” seperti jari menunjuk ke atas atau dikenal sebagai Weavers Needle di arah selatannya, dimulai.


Saat melakukan aktivitas penambangan, di tahun 1879 Walz disebutkan pernah membantai sejumlah penambang Meksiko. Tak lama setelah itu, ia kehilangan partnernya Weiser. Di kamp mereka, Walz hanya menemukan baju Weiser yang berlumuran darah dengan sebuah anak panah suku Apache. Jasad Weiser menghilang dan tak pernah ditemukan. Lalu dalam kurun waktu berbeda, sejumlah pekerja tambang ditemukan tewas di berbagai tempat di sekitar Superstition Mountain dengan kepala terpenggal.


Walz yang semakin menua dengan jambang panjang memutih melanjutkan upaya penambangannya sendirian. Pada 1891, seorang janda Meksiko Julia Elena Thomas, pemilik toko roti di Phoenix, menjalin hubungan asmara dengannya. Julia menemukan Jacob Walz tewas di tempat tidur tanpa sebab pada Oktober 1891, dengan satu karung emas di sampingnya.


Dari pengakuan Julia Elena ini banyak orang mendengar kisah Walz dengan sekarung emas… tambang “rahasia” Walz dan Weiser kemudian disebut sebagai The Lost Dutchman Mine. (berbagai sumber)


Jejak Kematian di Sekitar Tambang

Tragedi kematian misterius sudah dimulai sejak ekspedisi Francisco Vasquez de Coronado, pada pertengahan abad ke-16. Jejak kematian itu terus berlanjut hingga abad ke-20. Catatan sejarah membukukan lebih dari 500-an nyawa melayang dalam keadaan mengenaskan: ditembak, dipanah, kepala terpenggal, dikuliti, hilang tanpa jejak, terserang penyakit misterius atau dimutilasi!



Pada 1880, dua tentara satuan pengintai (Scout) US Army yang bebas tugas dari Fort Mc Dowell muncul di Kota Pinal Arizona. Kedua tentara ini memperlihatkan sejumlah bongkah emas yang mereka temukan saat melintas Superstition Mountain. Setelah emas mereka dibayar senilai 700 dollar (sekitar 6,5 juta rupiah), keduanya setuju melacak tambang The Lost Dutchman Mine untuk perusahaan tambang milik Aaron Mason. Namun mereka tak pernah kembali lagi dari misi itu.


Aaron membentuk tim pencari ke area Superstition. Setelah sekian hari pencarian mereka menemukan jasad kedua tentara itu terpisah jauh dalam keadaan tanpa busana. Ada luka berupa lubang besar di tengah kepala mereka, tak jauh dari jalur menuju Superstition Mountain, batas wilayah tanah suci Apache.


Setahun kemudian (1881), seorang penambang bernama Joe Dearing datang ke Pinal. Ia pun membekali diri untuk melakukan pencarian tambang tersebut. Joe Dearing mengaku menemukan pintu tambang berupa terowongan yang nyaris tertutup. Namun beberapa waktu kemudian saat ia mulai menambang, Joe Daring dilaporkan hilang dan seminggu kemudian ditemukan tewas secara tragis.


Era 1872-1896, seorang penambang lain Elisha Reavis menggunakan cara yang berbeda. Ia mengklaim tanah di dekat Superstition Mountain dan mulai berkebun sayur. Reavis dikenal sebagai pria aneh berjuluk “Madman of The Superstitions”. Pernah suatu malam orang-orang Indian melihat Reavis bertelanjang bulat berlari keluar dari rumahnya menuju sekitar lembah sambil menembakkan pistol ke langit membabi buta, seperti sedang memburu sesuatu yang terbang di langit.


Reavis ditemukan tewas pada 1896 di dekat kebunnya. Tubuhnya dimutilasi menjadi beberapa bagian dan terpisah berjarak-jarak. Ada bekas gigitan serigala di beberapa bagian tubuh. Kepalanya terpenggal sekian meter dari tubuhnya. Seorang temannya menyebutkan Reavis diam-diam telah menambang emas dan menyimpan hasilnya. Namun sebab kematiannya yang tragis tak terungkap.


Awal tahun 1900, dua penambang berjuluk Silverlock dan Malm, diketahui melakukan penambangan di area Superstition. Mereka menemukan emas di lokasi “Peralta Massacre”. Keduanya tewas dalam cara tragis di tahun 1910 (Silverlock) dan 1912 (Malm).


Tahun 1910 kerangka seorang perempuan ditemukan di mulut sebuah gua di ketinggian pegunungan Superstition Mountain. Beberapa bongkah emas ditemukan di dekatnya.


Pada Juni 1931, seorang pejabat pemerintah Adolph Ruth dari Washington DC, mengklaim memiliki peta tua peninggalan keluarga Peralta. Ia bersama sejumlah kru kemudian melakukan ekspedisi untuk membuktikan kebenaran The Lost Dutchman Mine itu. Sejak itu tak ada kabar beritanya lagi. Berhari-hari kemudian, tim SAR dibentuk. Tim menemukan kamp yang kosong melompong.


Pada Desember 1931, tengkorak kepala Ruth ditemukan dengan 2 luka bolong bekas peluru. Tergeletak di Puncak Pegunungan Hitam Arizona, terpisah dari rangka tubuhnya. Bagian kerangka tubuh lainnya ditemukan beberapa bulan kemudian tersebar di area radius seperempat mil. Dalam pakaian yang tersisa di kerangka ditemukan secarik catatan berbunyi “Sekitar 200 kaki menyeberang gua” dan di bagian lain tertulis “Veni, Vidi, Vici” (Aku datang, aku lihat, aku taklukkan).…


Tahun 1937, seorang penambang, Guy “Hematite” Frink turun dari pegunungan Superstition Mountain membawa beberapa sampel emas kasar. Pada November 1937, ia ditemukan tewas dengan lubang bekas tembakan di perut, persis di tepi jalur pegunungan. Sebuah kantung emas ditemukan di sisinya.


Juni 1947, penambang bernama James A Cravey, mempublikasikan rencana ekspedisi ke tambang Dutchman di sekitar lembah Superstition Mountain, dengan helikopter. Pilot heli menurunkannya di La Barge Canyon, dekat Weavers Needle. Namun Cravey dinyatakan hilang. Saat pencarian dilakukan, tim SAR menemukan kamp-nya dalam keadaan kosong. Pada Februari 1948, kerangka Cravey tanpa kepala ditemukan di sebuah lembah tak berapa jauh dari kamp-nya. Tampak terbungkus selimut. Dan tengkorak kepalanya berada 30 kaki dari rangka tubuhnya.


Awal tahun 1952, Joseph Kelley, memulai upaya pencarian tambang tersebut. Ia dilaporkan hilang. Namun pada Mei dua tahun kemudian, kerangkanya ditemukan dekat Weavers Needle dengan lubang besar di kepala.


Sejak itu sampai tahun 1970-an, belasan korban lain dilaporkan hilang atau tewas di sekitar pegunungan Superstition Mountain dan sekitarnya. Kini lokasi sekitar area The Lost Dutchman Mine dijadikan taman nasional dan lokasi wisata dengan nama yang sama. Areanya dekat Apache Trail, Apache Junction, Sonoran Desert, Arizona, dengan daerah berngarai, lembah dan tebing.


Catatan Dr Thorne

Ada yang menghubungkan misteri itu dengan aksi pembantaian suku-suku Apache, tetapi tak sedikit yang mempercayai akibat roh gaib. Namun tak ada konklusi apa pun yang bisa mengungkap misterinya hingga kini.



Adalah Dr Abraham Thorne, seorang dokter tentara pemerintah Federal AS (perkiraaan tahun 1854-1860-an). Ia bekerja di kamp militer Fort McDowell wilayah Utara Phoenix.


Dr Thorne cukup dikenal Indian dan sudah sering mengobati orang-orang Indian yang sakit. Namun setelah sekian tahun bergaul dan berhasil menyembuhkan wabah sakit mata di perkampungan Indian, Dr Thorne pun meminta imbalan jasanya berupa emas.


Dengan penuh pertimbangan suku-suku Apache sepakat untuk membawa Dr Thorne ke lokasi tambang mereka. Dengan mata tertutup kain, Dr Thorne digiring menuju areal tambang sejauh 20 mil ke pegunungan. Saat matanya dibuka, Dr Thorne mendapati dirinya berada di sebuah lembah tertutup. Ia sempat menandai sebuah gunung berbentuk jari di arah selatannya (yang dikenali sebagai Weavers Needle) dan medan lembah berngarai yang dalam.


Pemimpin Apache mengizinkannya mengambil emas murni sebanyak yang bisa dibawa dari tumpukan bongkahan emas yang sudah disediakan di dekatnya. Setelah meraup emas sebanyak mungkin, Dr Thorne pun diantar kembali ke perkampungan dengan mata kembali ditutup. Ia menguangkan semua emas murni itu dengan total 6.000 dollar (sekitar 55 juta rupiah).


Tergiur akan mudahnya mendapat emas, Dr Thorne pun merancang perjalanan untuk mencari tambang itu sendirian. Ia menyewa sejumlah pekerja dan pemandu, namun tak satu pun yang bisa mengenali daerah yang digambarkannya. Namun setelah sekian lama berupaya mengingat tanda-tanda alam, Dr Thorne berhasil menemukan lokasi tambang tersebut. Namun kali ini ia tak pernah bisa menikmati emas temuannya.


Sekelompok prajurit Indian Apache menghadang Dr Thorne dan rombongannya. Tanpa ampunan, Indian itu membantai mereka. Tak seorang pun dibiarkan pergi meninggalkan lembah tersebut dalam keadaan hidup.


Ada kisah yang menyatakan, kekecewaan Indian pada pengkhianatan “sahabat” mereka Dr Thorne, menyebabkan Indian Apache tak lagi mempercayai orang-orang kulit putih. Pada tahun 1882, suku-suku Indian berniat menyembunyikan tambang emas ini untuk selamanya. Mereka menutup lembah tambang tersebut dengan bebatuan, menutup terowongan yang pernah dibuat keluarga Peralta dan memindahkan susunan bebatuan di sekitar lokasi agar tak mudah dikenali.


Bertahun kemudian, sebuah gempa besar membantu penyamaran yang dilakukan orang- orang Apache. Mereka menyebut peristiwa itu sebagai restu Dewa Petir. Tambang itu pun terkubur lenyap bagai ditelan bumi…

MUNGKINKAH MANUSIA MENGEBOR BUMI HINGGA TEMBUS?

planet evolution (info) ,
Tentu saja tidak mudah menjawab pertanyaan itu. Sekarang, tampaknya mustahil manusia bisa mengebor bumi sampai tembus. Entah di masa-masa mendatang, barangkali manusia menemukan teknologi yang lebih maju di bidang pengeboran.

Yang jelas, bola bumi memiliki diameter sepanjang 12.756 kilometer atau lebih dari 12 juta meter. Jadi, kalau manusia ingin mengebor bumi sampai tembus, diperlukan alat bor yang panjangnya lebih dari 12 juta meter. Wow…, panjang sekali.

Selain itu, suhu di inti bumi sangat panas. Inti bumi terdiri dari nikel beku setebal 1.370 km dan suhu mencapai 4.000 0C. Wow, panas sekali, ya? Apa alat bornya tidak meleleh pada suhu setinggi itu?

silahkan dilihat gambar dibawah ini

Pengeboran Terdalam
Bumi terdiri atas empat lapisan yang berbeda. Para ahli geologi menyatakan, sejak bumi mendingin 4,6 milyar tahun lalu, material yang berat “tenggelam”, sedangkan materi yang ringan muncul ke permukaan. Karenanya, lapisan kulit bumi terbuat terbuat dari materi yang ringan seperti batu granit. Sedangkan bagian dalam bumi berisi logam berat seperti nikel dan besi.

Kulit bumi adalah tempat yang kita tinggali ini. Di bawahnya adalah mantle (mantel), berupa materi berbentuk pasta seperti bubur. Inti bumi sangat panas dan memiliki tekanan yang sangat tinggi. Tubuh manusia akan hancur seperti perkedel jika datang ke pusat inti bumi karena tekanan yang sangat tinggi.

Manusia melakukan pengeboran bumi untuk beragam alasan. Untuk penelitian, mencari minyak, air, atau tujuan lain. Manusia sudah berhasil meneliti lapisan kulit bumi, tetapi inti bumi masih menjadi misteri.

Pengeboran minyak bumi biasanya ”tidak dalam”. Pada kedalaman 6.000 meter, minyak sudah ditemukan. Pengeboran terdalam yang pernah dilakukan manusia adalah yang dilakukan di Kola Peninsula, Rusia. Pengeboran itu dimulai pada 1970 dan mencapai kedalaman 12.262 meter pada tahun 1994. Teknik pengeboran tidak dengan memutar alat bor, tetapi ditekan sedikit demi sedikit sambil mengeluarkan lumpur.

Tujuan pengeboran Kola Peninsula adalah 15 ribu meter. Tetapi tidak berhasil. Pada kedalaman itu, suhu mencapai bisa mencapai 300 derajat celcius atau bahkan lebih tinggi lagi. Terlalu panas untuk mengoperasikan alat bor di sana.

Pengeboran lain yang cukup dalam dilakukan di laut Kaspia. Mencapai kedalaman hampir sedalam di Kola Peninsula. Selain itu, ada pengeboran untuk riset di Bertha Rogers, Oklahoma, Texas dengan kedalaman 9.583 meter.

Pada pengeboran di Peninsula, tidak ditemukan minyak atau sumber alam. Tetapi ilmuwan berhasil mempelajari susunan lapisan bumi, termasuk lempeng yang berkaitan dengan gempa bumi serta komposisi fisik dan kimia dari inti bumi.

Tidak selamanya manusia melakukan pengeboran dari darat. Manusia juga melakukan pengeboran di laut. Bisa dengan menririkan pangkalan bor di laut, biasa disebut rig. Bisa juga mengebor melalui kapal, seperti kapal “Joides Resolution”. Kapal Joides Resolution memiliki tujuh lantai, milik Joint Oceanographic Institute yang bergerak di bidang penelitian ilmiah.
Nah, manusia telah mampu mengebor ke bumi sedalam lebih dari 12 ribu meter. Padahal diameter bumi mencapai 12 juta meter. Jadi, baru satu dibanding seribu. Mungkinkah suatu saat manusia bisa mengebor bumi sampai tembus?

SEJARAH AWAL SEGITIGA BERMUDA

Segitiga Bermuda (bahasa Inggris: Bermuda Triangle), terkadang disebut juga Segitiga Setan adalah sebuah wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga
antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat.
Segitiga bermuda sangat misterius. Sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa

Spoiler for sejarah awal:
Pada masa pelayaran Christopher Colombus, ketika melintasi area segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya mengatakan melihat "cahaya aneh berkemilau di cakrawala". Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area tersebut.
Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press. Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya 'Segitiga Setan'. Hal tersebut diungkit kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Tahun 1964, Vincent Geddis menyebut area tersebut sebagai 'Segitiga Bermuda yang mematikan', setelah istilah 'Segitiga Bermuda' menjadi istilah yang biasa disebut. Segitiga bermuda merupakan suatu tempat dimana di dasar laut tersebut terdapat sebuah piramid besar mungkin lebih besar dari piramid yang ada di Kairo Mesir. Piramid tersebut mempunyai jarak antara ujung piramid dan permukaan laut sekitar 500 m,di ujung piramid trsebut terdapat dua rongga lubang lebih besar.


PENEMUAN PIRAMIDA DI SEGITIGA BERMUDA....

Spoiler for piramida:
Beberapa ilmuwan Amerika, Perancis dan negara lainnya pada saat melakukan survey di area dasar laut Segitiga Bermuda, Samudera Atlantik, menemukan sebuah piramida berdiri tegak di dasar laut yang tak pernah diketahui orang. Panjang sisi dasar piramida ini mencapai 300 meter, tingginya 200 meter, dan jarak ujung piramida ini dari permukaan laut sekitar 100 meter. Ukuran, piramida ini lebih besar skalanya dibandingkan dengan piramida Mesir kuno yang ada di darat.

Di atas piramida terdapat dua buah lubang yang sangat besar, air laut dengan kecepatan tinggi melalui kedua lubang ini, dan oleh karena itu ombak yang besar dapat membentuk pusaran raksasa yang membuat perairan di sekitar ini menimbulkan ombak yang dahsyat menggelora dan badai pada permukaan laut.

Ada beberapa ilmuwan Barat yang berpendapat bahwa Piramida di dasar laut ini mungkin awalnya dibuat di atas daratan, lalu terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan menggelamkan daratan ke dasar laut seiring dengan perubahan penurunan permukaan tanah. Ilmuwan lainnya berpendapat bahwa beberapa ratus tahun yang silam perairan di area Segitiga Bermuda dianggap pernah menjadi sebagai salah satu landasan aktivitas bangsa Atlantis, dan Piramida di dasar laut tersebut mungkin sebuah gudang pemasokan mereka.

Ada juga yang curiga bahwa Piramida kemungkinan adalah sebuah tanah suci yang khusus dilindungi oleh bangsa Atlantis pada tempat yang mempunyai sejenis kekuatan dan sifat khas energi kosmosnya, Piramida itu bisa menarik dan mengumpulkan sinar kosmos, medan energi atau energi gelombang lain yang belum diketahui dan struktur pada bagian dalamnya mungkin adalah resonansi gelombang mikro, yang memiliki efek terhadap suatu benda dan menghimpun sumber energi lainnya.

Li Hongzhi dalam buku yang berjudul Zhuan Falun mempunyai penjelasan tentang penemuan peradaban prasejarah sebagai berikut; "Di atas bumi ada benua Asia, Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara, Oceania, Afrika dan benua Antartika, yang oleh ilmuwan geologi secara umum disebut 'lempeng kontinental'. Sejak terbentuknya lempeng kontinental sampai sekarang, sudah ada sejarah puluhan juta tahun. Dapat dikatakan pula bahwa banyak daratan berasal dari dasar laut yang naik ke atas, ada juga banyak daratan yang tenggelam ke dasar laut, sejak kondisi ini stabil sampai keadaan sekarang, sudah bersejarah puluhan juta tahun.

Namun di banyak dasar laut, telah ditemukan sejumlah bangunan yang tinggi besar dengan pahatan yang sangat indah, dan bukan berasal dari warisan budaya umat manusia modern, jadi pasti bangunan yang telah dibuat sebelum ia tenggelam ke dasar laut." Dipandang dari sudut ini, misteri asal mula Piramida dasar laut ini sudah dapat dipecahkan.

Spoiler for image:


PERISTIWA TERKENAL SEGITIGA BERMUDA


Spoiler for Peristiwa:
* 1840: HMS Rosalie
* 1872: The Mary Celeste, salah satu misteri terbesar lenyapnya beberapa kapal di segitiga bermuda
* 1909: The Spray
* 1917: SS Timandra
* 1918: USS Cyclops (AC-4) lenyap di laut berbadai, namun sebelum berangkat menara pengawas mengatakan bahwa lautan tenang sekali, tidak mungkin terjadi badai, sangat baik untuk pelayaran
* 1926: SS Suduffco hilang dalam cuaca buruk
* 1938: HMS Anglo Australian menghilang. Padahal laporan mengatakan cuaca hari itu sangat tenang
* 1945: Penerbangan 19 menghilang
* 1952: Pesawat British York transport lenyap dengan 33 penumpang
* 1962: US Air Force KB-50, sebuah kapal tanker, lenyap
* 1970: Kapal barang Perancis, Milton Latrides lenyap; berlayar dari New Orleans menuju Cape Town.
* 1972: Kapal Jerman, Anita (20.000 ton), menghilang dengan 32 kru
* 1976: SS Sylvia L. Ossa lenyap dalam laut 140 mil sebelah barat Bermuda.
* 1978: Douglas DC-3 Argosy Airlines Flight 902, menghilang setelah lepas landas dan kontak radio terputus
* 1980: SS Poet; berlayar menuju Mesir, lenyap dalam badai
* 1995: Kapal Jamanic K (dibuat tahun 1943) dilaporkan menghilang setelah melalui Cap Haitien
* 1997: Para pelayar menghilang dari kapal pesiar Jerman
* 1999: Freighter Genesis hilang setelah berlayar dari Port of Spain menuju St Vincent.
[spoiler=Segitiga Bermuda]
Spoiler for Ikan monster:
ini gan salah satu gambar ikan monster segita bermuda..

Spoiler for lubang besar:
ada lubang di segitag bermuda

Spoiler for pusaran aneh di segitiga bermuda gan:
Spoiler for update gan:
Spoiler for gambar:

U.F.O INDIA KUNO

planet evolution (info) ,

Banyak para penyelidik UFO ingin mengetahui suatu fakta penting. Ketika UFO disebut sebagai kendaraan milik makhluk asing, atau mungkin asalnya dari tentera kerajaan, muncul satu lagi kemungkinan yang mungkin tentang UFO yaitu benda itu berasal dari India dan Atlantis Kuno.

Apa yang kita ketahui tentang pesawat terbang orang India kuno datangnya daripada sumber-sumber India kuno yang mencakup penulisan teks yang datangnya dari turun-temurun.

Tanpa banyak prasangka bisa kita katakan bahwa kebanyakan teks ini adalah sah dan asli melihat sebagian besar belum lagi diterjemahkan dari bahasa Sanskrit lama.

Maharaja India Ashoka telah mendirikan sebuah organisasi “Sembilan Lelaki Misterius” yang merupakan para ilmuwan terkenal India yang dikatakan mengkatalogkan berbagai jenis sumber-sumber sains.

Ashoka telah merahasiakan kerja-kerja mereka semua karena beliau merasa bahwa penemuan ilmiah yang terbaru itu akan terpasung dari sumber India kuno itu sendiri dan justru yang akan disalahgunakan bagi tujuan peperangan yang kejam yang mana tidak diinginkan oleh Ashoka sendiri.

“Sembilan lelaki misteri” telah menulis sembilan buah buku yang saling berkaitan antara satu sama lain.

Buku bertajuk “Rahasia Rahasia Gravitasi” amat dikenali di kalangan sejarawan tetapi tidak dianggap oleh mereka sebagai sesuatu yang berkaitan dengan gravitasi bumi.

Ia dianggap masih ada, tersimpan di dalam sebuah perpustakaan rahasia di India, Tibet, atau di mana-mana (mungkin juga berada di sekitar Amerika Utara).

Hanya beberapa tahun silam, rakyat China telah menemui beberapa buah dokumen sanskrit di Lhasa, Tibet serta telah membawanya ke Universitas Chandrigargh untuk diterjemahkan.

Dr. Ruth Reyna dari Universitas itu menjelaskan bahwa dukumen itu mengandung petunjuk untuk membuat pesawat luar angkasa!

Cara-cara pembuatan mereka, katanya, adalah anti-gravitasi dan berasaskan kepada satu sistem analog yaitu “laghima”, satu sumber tenaga yang tidak diketahui oleh manusia modern. Menurut ahli Yoga Hindu, “laghima” ini menjadikan seseorang itu mempunyai kemampuan untuk terbang.

Dr.Reyna menjelaskan bahwa pada papan mesin ini yang dikenali sebagai “Astras”, dikatakan telah digunakan oleh masyarakat India kuno untuk membawa satu rombongan manusia ke planet lain, sesuai yang tertera pada dokumen tersebut, yang mana dikatakan telah berusia beribu-ribu tahun.

Manuskrip itu juga dikatakan telah memaparkan rahasia “antima” (cara-cara untuk menjadi menghilang) dan “gerima” (bagaimana untuk menjadi seberat gunung).

Pada mulanya para ilmuwan India tidak begitu serius dengan kandungan manuskrip tersebut tetapi kemudian mereka menyedari akan hakikat bernilainya manuskrip tersebut apabila negara China mengumumkan bahawa mereka akan memasukkan bagian tertentu dari data manuskrip tersebut ke dalam program kajian angkasa mereka!

Ini adalah salah satu contoh pertama kerajaan untuk mengaku membuat kajian tentang anti-gravitasi.

Walaupun manuskrip tersebut memaparkan secara jelas tentang rancangan penjelajahan antar planet dan penjelajahan ke bulan tapi tidak dijelaskan apakah semua perjalananan angkasa itu benar-benar dilakukan.

Walau bagaimanapun satu dari epik terkenal India yaitu Ramayana, mempunyai satu cerita terperinci tentang satu penjelajahan ke bulan dengan menggunakan Vimana (atau “Astra”).

Malah epik Ramayana menceritakan dengan terperinci maklumat satu pertempuran di atas bulan dengan sebuah pesawat “Asvin” (atau Atlantean).

Ini adalah suatu bukti mengenai anti-gravitasi dan teknologi kapal angkasa telah digunakan oleh masyarakat kuno India.

Untuk benar-benar memahami teknologi tersebut, kita harus meninjau kembali ke masa lampau, ke Kerajaan Rama di India Utara dan Pakistan yang terbentuk pada masa sekitar 15.000 tahun silam.

Pada masa itu disebutkan bahwa telah muncul kota-kota canggih yang segala sesuatunya teratur secara sistematis mulai dari penataan lanscape sampai saluran air.

Ingat bagaimana kisah Nabi Sulaiman yang menawan Ratu Balqis ? Bagaimana bentuk istananya, sehingga digambarkan apabila kita berjalan di atas lantai istana itu, seolah-olah kita berjalan di atas permukaan air !

Mungkin ini ada kaitannya. Sedangkan di dalam Al-Quran ada disebutkan tentang mukjizat Nabi Sulaiman yang bisa mengendarai angin. Ini mungkin berkaitan erat dengan teknologi yang berkembang pada jaman itu.

Bukti keberadaan Rama masih dapat ditemukan di padang pasir Pakistan utara dan India barat. Rama diperkirakan hidup sejaman dengan bangsa di Benua Atlantis.

Tujuh buah kota besar yang teragung dalam Kerajaan Rama yang terkenal dengan nama “Tujuh Kota-Kota Rishi” dalam teks klasik Hindu.

Menurut penjelasan teks India kuno, masyarakat ketika itu mempunyai mesin terbang yang dipanggil sebagai “Vimanas!”

Epiks India kuno telah menjelaskan sebuah Vimana sebagai satu pesawat yang mempunyai dua dek dan berbentuk bulatan dengan terdapatnya lubang pada bahagian bawah pesawat dan menara pada bagian atasnya.

Berdasarkan kepada keterangan tersebut kita mungkin akan mengaitkannya dengan piring terbang alias UFO.

Vimana dikatakan mempunyai kemampuan untuk terbang dengan kecepatan angin dan mengeluarkan bunyi bermelodi.

Terdapat sekurang-kurangnya 4 jenis bagi pesawat Vimana; sebagian berbentuk piring dan yang lain berbentuk silinder panjang (kapal angkasa berbentuk kerucut).

Masyarakat India kuno yang menghasilkan kapal sendiri, telah menulis tentang manual penerbangan berbagai jenis Vimanas, yang sebagian besar manuskripnya masih dicari-cari para ilmuwan.

Sedangkan bgaian manuskrip yang ditemukan malah telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris. Samara Sutradara adalah satu karya sastra ilmiah yang berkaitan dengan keberhasilan perjalanan angkasa dengan menggunakan sebuah Vimana.

Terdapat 230 puisi berkaitan dengan cara membuat, perjalanan sejauh seribu batu, pendaratan secara normal, kecemasan, dan kisah penerbangan di antara burung-burung!

Pada tahun 1875, sebuah kitab berjudul Vaimanika Sastra ditulis oleh ilmuwan bernama ditulis oleh ilmuwan Bhara Dewaji yang menggunakan kitab-kitab yang lebih lama sebagai sumbernya.

Kitab itu ditemui di dalam sebuah kuil di India dan di dalamnya tercantum keterangan-keterangan yang berkaitan dengan cara mengemudikan Vimana, langkah-langkah penyelamatan, penerbangan jauh, dan perlindungan terhadap pesawat dari ancaman badai, kilat, dan petir.

Kita itu menjelaskan bagaimana cara menyerap energi matahari. Vaimanika Sastra (atau Vymaanika-Shaastra) mempunyai delapan peringkat dengan gambar sketsa yang menjelaskan tentang tiga jenis kapal udara, termasuk jenis-jenis yang bisa mudah terbakar atau hancur.

Ia juga menerangkan tentang 31 jenis bagian tertentu bagi kenderaan ini dan 16 bahan mentah sebagai sumber energinya yang mana bisa juga menyerap cahaya dan tenaga panas yang sesuai untuk menggerakkan Vimana.

Dokumen ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris dan bisa didapat dengan mengirim surat kepada penerbit Vymaani Dashaastra Aeronotics untuk Maharishi Bharadwaaja.

Diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan disunting, dicetak dan dikeluarkan oleh En. G.R. Josyer, Mysore, India, 1979. En. Josyer adalah seorang pengarah bagi akademi Tehnik Sanskrit Antar Bangsa, terletak di Mysore.

Memang tiada keraguan bahwa Vimana telah digerakkan oleh sumber energi “anti-gravitasi”. Vimana lepas landas secara melintang, dan dikatakan mampu untuk beterbangan di langit seperti sebuah helikopter moden.

Bharadvajy merujuk bahwa tidak kurang daripada 70 orang pihak pemerintah dan 10 orang pakar penerbangan udara yang terlibat.

Sumber energi ini sekarang telah hilang. Vimana telah disimpan di sebuah Vimana griha, seperti penyangkut, dan dikatakan kadangkala dicat dengan sejenis cat putih kekuningan dan kadangkala dengan sejenis bahan merkuri.

Cat putih kekuningan kelihatan mencurigakan seperti gaselin dan mungkin Vimana mempunyai hitungan sumber energi yang berlainan termasuk mesin penggerak dan malah mesin jet saraf.

Adalah menarik untuk diketahui bahwa pihak Nazi juga telah membuat mesin jet saraf praktikal pertama bagi roket V.8 mereka.

Kakitangan Hitler dan Nazi juga dikatakan berminat dengan India kuno dan Tibet sehingga pada awal tahun 30- an telah membawa satu tim ekspedisi ke dua tempat tersebut setiap tahun, sebagai usaha untuk mendapatkan bukti kuat dan tidak mustahil jika dikatakan pihak Nazi mungkin memperoleh panduan ilmiah mereka dari dua sumber kuno ini.

Merujuk pada Dranaparva yang merupakan sebagian dari epiks Mahabarata dan Ramayana, Vimana digambarkan berbentuk seperti sebuah bentuk bujur dan mempunyai kecepatan yang hebat seperti angin kuat, yang dihasilkan oleh bahan merkuri.

Ia bergerak seperti sebuah UFO, ke atas dan ke bawah, ke belakang dan ke depan seperti yang diinginkan pilot. Di dalam satu lagi sumber India lain yaitu Samaranganasutradhara telah menjelaskan bagaimana kenderaan ini dibentuk.

Pada jaman tersebut telah dikenal pemakaian bahan merkuri sebagai bahan bakar Vimana, melihat gambaran yang dijelaskan oleh buku itu.

Banyak ilmuwan Rusia terheran-heran saat menemukan catatan berupa panduan mengemudikan kendaraan yang tertera di bebeperapa dinding gua di turki dan Gurun Gobi.

Dari ukiran dan relief yang terdapat pada potongan tanah liat dan kaca digambarkan bagaimana sebuah kendaraan kosmik melaju.

Pesawat terbang antar planet itu dilambangkan dengan segitiga yang di dalamnya terdapat simbol merkuri. Ini jelas menunjukkan bahwa orang-orang India purba telah mampu mengirim utusan dengan kendaraaan ini dan menjelajahi wilayah Asia, Atlantis, sampai ke Amerika Selatan.

Di Mohenjodaro (Pakistan) terdapat manuskrip yang menjelaskan tentang peperangan Ramayana yang menggunakan segala bentuk persenjataan dan kendaraan terbang semcam itu.

Bayangkan betapa teknologi laser, jet, dan roket telah ada di kerajaan Ramayana sejak jaman dulu dan menghancurleburkan peradaban pada jaman itu.

Mari kita simak bait-bait yang tertulis dalam kitab Mahawira dan Bhawabhuti yang berasal dari abad ke-8:
“Sebuah kendaraan udara, Pushpaka membawa banyak orang ke ibukota ayodhya. Langit dipenuhi berbagai kendaraan terbang. gelap bagaikan malam, namun terlihat dari cahaya mereka yang kekuningan.”

Malangnya Vimana, seperti kebanyakan ciptaan ilmiah yang lain, telah digunakan untuk tujuan peperangan.

Orang-orang Atlantis menggunakan kenderaan terbang mereka, “Vailixi” untuk menyerang negeri-negeri lain dan menguasai dunia.

Dalam teks kuno India mereka dikenal dengan bangsa Aswins. Meskipun tak ada catatan tentang pesawat Vailixi dari bangsa atlantis sendiri tapi kedatangan mereka ke India melalui udara banyak sekali diceritakan.

Deskripsi Vailixi berbentuk silinder panjang dan selain dapat terbang juga mampu bergerak di bawah air seperti kapal selam modern.

Kendaraan-kendaraan lain, seperti Vimana berbentuk seperti piring dan mungkin juga bisa bergerak di bawah air.

Menurut Eklal Kuehshana, penulis “The Ultimate Frontier”, dalam satu artikel yang ditulisnya dalam 1966, menyatakan bahwa Vailixi yang paling awal dibuat di Atlantis yaitu kira-kira 20,000 tahun lampau dan bentuk yang paling biasa ialah bentuk piring dengan tiga ruang mesin dibawahnya.”

“Mereka menggunakan satu peralatan mekanikal yang anti-gravitasi dengan menggunakan tenaga mesin sebesar 80,000 tenaga kuda,”

Dalam teks Mahabarata, salah satu sumber yang menerangkan Vimana, ada yang menjelaskan tentang kemusnahan yang hebat yang menunjukkan kesan dari peperangan tersebut:
“…(senjata itu merupakan) satu alat yang mengandung semua energi yang ada di dunia ini.

Satu kepulan asap yang besar dan cahaya yang terang benderang bagaikan sinaran dari beribu-ribu matahari telah dihasilkannya…Satu pancaran kilat, satu pembawa pesan maut yang dahsyat, yang menyebabkan kemusnahan seluruh keturunan Vrishni dan Andhaka..mayat-mayat mereka terbakar hangus sehingga tidak dapat dikenal pasti.

Rambut dan kuku mereka terlepas; pecah tanpa sebab, dan burung-burung bertukar menjadi putih.. selepas beberapa jam semua bahan makan turut tercemar.. untuk mengelakkan diri daripada api itu, para laskar terjun ke dalam sungai untuk membersihkan diri mereka dan peralatan mereka..”

Dari penjelasan ini, seolah-olah Mahabrata sedang menggambarkan satu keadaan peperangan menggunakan bom atom!

Kini pihak Barat telah mampu mengungkap sebagian dari rahasia gravitasi .. mereka telah mampu mencipta mesin anti- gravitasi dari penghasil tenaga medan elektromagnetasi yang mereka namakan sebagai levitasi, namun masih belum lagi dipraktikkan..apakah kita dari Asia Tenggara harus bersikap acuh tak acuh saja dengan hal ini? Sadarlah.

Rujukan seperti ini bukan hanya satu; peperangan senjata yang menakjubkan dan kendaraan terbang merupakan gambaran biasa dalam buku-buku epik India.

Terdapat sebuah epik yang menggambarkan peperangan Vimana-Vailixi di bulan ! Peperangan yang digambarkan dalam aksi di atas menggambarkan dengan tepat tentang satu kesan letupan atomik dan kesan radioaktif ke atas penduduk.

Ketika kota besar Rishi di Mohenjodaro (Pakistan) ditemukan oleh para arkeologi pada akhir abad yang lalu, mereka melihat kerangka-kerangka yang bergelimpangan di jalan-jalan, ada yang berpegangan tangan, seolah-olah mereka telah dilanda satu malapetaka yang amat dasyhat secara tiba-tiba.

Pada kerangka-kerangka tersebut terdapat sisa radioaktif yang tinggi, sama dengan yang dijumpai di Hiroshima dan Nagasaki.

Dari kota-kota kuno yang dibuat dari batu-bata dan batuan yang telah berubah bentuk, yaitu di India, Irlandia, Scotlandia, Perancis, Turki dan beberapa tempat lain, tiada penjelasan yang logik mengenai perubahan itu melainkan akibat ledakan atomik.

Selain itu, di Mohenjo-Daro, sebuah kota besar yang terancang di dalam bentuk grid, dengan sistem saluran yang lebih baik daripada yang terdapat di Pakistan dan India, jalan-jalannya dipenuhi dengan serpihan “kaca-kaca hitam”.

Serpihan tersebut kemudiannya dikenal pasti sebagai tanah-tanah liat yang telah cair akibat kepanasan yang melampaui batas.

Pasca tenggelamnya Atlantis dan kemusnahan Rama akibat senjata atomik, dunia untuk sesaat kembali ke zaman batu seperti beberapa ribu tahun sebelumnya.

Namun begitu, nampaknya bukan semua Vimana dan Vailixi milik Rama dan Atlantis yang hilang. Karena diciptakan untuk berfungsi selama beribu-ribu tahun, kebanyakan masih bisa digunakan, seperti yang terdapat dalam karyatulis “Nine Unknown Men”, Ashoka, dan manuskrip Lhasa.

Yang menarik adalah terdapat satu petikan sejarah yang menyatakan bahwa semasa Iskandar Yang Agung menyerang India lebih daripada dua ribu tahun lalu, pasukannya telah diserang dengan “perisai yang berterbangan dan bercahaya” yang menakutkan pasukan tentera dan pasukan berkudanya.

Walau bagaimanapun “piring-piring terbang” itu tidak menggunakan sembarang bom atom atau senjata lain ke atas laskar Iskandar.

Di masa itu juga Iskandar menawan India Ramai. penulis yang menyatakan bahwa kebanyakan masyarakat rahasia telah menyimpan sebagian Vimana dan Vailixi mereka di dalam gua-gua rahasia di Tibet atau tempat-tempat lain di Asia Tengah dan Gurun Lop Nor di barat China yang sampai sekarang dikenal sebagai pusat suatu misteri UFO yang besar.

Mungkin di situlah kebanyakan kapal angkasa disimpan, di pangkalan bawah tanah yang dibangun oleh pihak Amerika, Inggris, dan Rusia beberapa dekade yang lalu.

Namun kemunculan UFO di masa sekarang yang begitu sering tetap saja menyisakan banyak pertanyaan tentang aktivitas mereka.

ADAKAH MAHLUK LAIN DILUAR ANGKASA?

Ketika saya kecil terkadang saya melihat angkasa sambil berfikir, apakah ada kehidupan diluar sana ?
Pikiran seprti inilah yang mengilhami para analis angkasa dari NASA ataupun AeroSpace dari Eropa untuk melakukan riset dan penelitian mengenai hal itu.
Seperti berapa waktu yang lalu pada tahun 1980'an NASA mengirimkan Discovery yang berisi tentang perhitungan matematika untuk melakukan kontak bahasa dengan mahluk lain dan berisi pula video tentang kehidupan bumi dan perhitungan lintang dan bujur planet bumi yang diharapkan akan adanya komunikasi dan bahkan kunjungan dari planet lain ke bumi.
Blue Book Project
NASA mengangap kemungkinan bahwa adanya mahluk lain itu adalah hal yang besar, mereka berfikir bahwa angkasa dengan milyaran bintang itu tidak mungkin satu aja ada kehidupan seperti bumi dengan teknologi yang mereka menganggap lebih canggih dari kita. Penelitian keberadaan kehidupan di angkasa diperkuat dengan adanya beberapa laporan dari penjuru dunia tentang kemunculan UFO atau dikenal dengan piring terbang yang terlihat seperti cahaya atau bahkan berbentuk pesawat seperti piring melayang. Sehingga pada tahun 1960'an pemerintah Amerika membentuk tim yang menyelidiki tentang penampakan UFO dan mahluknya, tim ini diberi nama BlueBook Project. Tugas dari tim ini adalah menyelidiki laporan dari orang yang mengaku pernah bertemu dan melihat UFO, laporan yang di berikan kepada pemerintah adalah sekitar 20% penampakan ternyata adalah balon experimen dari militer Amerika, 30% adalah bohong, 10% anomali cuaca dan fatamorgama selebihnya belum terindikasi karena minimnya bukti dan faktor yang lain yang tidak dapat dinalar dengan akal. Akhirnya pemerintah Amerika mengumumkan kepada masyarakat bahwa UFO itu tidak ada.
Area 51
Masyarakat luas beranggapan bahwa pengumuman dari pemerintah adalah bohong dan pembual karena menurut mereka banyak data yang diabaikan. Kemudian tiba-tiba adanya isu yang berhembus bahwa pemerintah melakukan hal tersebut untuk membuat rakyat tidak panik, lalu apakah hal itu benar ?
Beberapa kelompok ilmuan membentuk The Astronomic Cultur yang mewadahi masyarakat yang tidak puas akan pengumuman pemerintah itu. Dari hasil investigasi yang cukup panjang kemudian diketahui bahwa pemerintah telah membangun sebuah bangunan mirip hanggar pesawat yang berisi tentang bukti tentang keberadaan Alien dan UFO yang belakangan dikenal dengan nama Area 51.
Setelah merebak rumor di majalah dan koran bahkan CNN menyiarkan seorang panelis yang diundang khusus oleh CNN untuk membahas area 51 ini. Pemerintah-pun mulai bereaksi dengan pernyataan yang menyatakan bahwa area 51 itu tidak ada dengan mengundang para reporter dan wartwan untuk berkunjung disana. Menurut beberapa wartawan dan reporter TV ada banyak kejanggalan yang terdapat disana seperti tentang wilayah yang mereka tunjukkan adalah hanggar 15 bukan hanggar 51 dan tempatnya bukan di Nevada melainkan di misisipi anehkan ? Apakah yang membuat pemerintah Amerika takut untuk menunjukkan kepada kita keberadaan mereka ?
Polemik itu terus menjadi perdebatan yang hangat dibanyak negara. Apakah dengan sedemikian luasnya angkasa raya tidak ada planet yang menyerupai bumi, saya rasa hal itu sangatlah mungkin dan tidak mustahil ada kehidupan di planet lain. Bagaimana menurut anda ?

ADAM'S BRIDGE,JEMBATAN TERTUA DIDUNIA

450px-adams_bridge_aerial1

Adam Bridge, atau yang kerap dijuluki Rama Bridge merupakan salah satu “Mysterious Places in the World’s” adalah rantai batu kapur buatan (bukan krn peristiwa alam) antara pulau Mannar, didekat Sri Lanka barat laut dan Rameswaram, di pantai tenggara India. Hindu percaya jembatan ini dibangun oleh Rama inkarnasi Dewa Wishnu untuk menyelamatkan Sita yang diculik ke Lanka oleh Ravana, seperti yang ditulis di Ramayana. Banyak inskripsi, koin, panduan pengelana tua, referensi lama, peta religius kuno menandakan struktur ini dianggap suci oleh umat Hindu.
Jembatan purba misterius sepanjang 18 mil (30 Km) yang menghubungkan antara Manand Island (Srilanka) dan Pamban Island (India) ini diperkirakan telah berumur 1.000.000 tahun lebih.

Satellite image of Tamil Nadu and Sri Lanka, showing the Adam's Bridge reef, a remnant of the land bridge between extreme peninsular India and Sri Lanka. [Satellite Image courtesy: NASA, Visible Earth

Jembatan yang dinamakan "Vanara Sena" atau pihak NASA menyebutnya sebagai Jembatan Adam menuai berbagai macam perkiraan berkaitan dengan umur dan sejarah jembatan tersebut.

Umat hindu meyakini Jembatan Adam berkaitan erat dengan Epik Ramayana di mana disebutkan jembatan tersebut dibangun oleh Rama dan sekutunya, para manusia kera, yang dibantu para Dewa untuk membantu Rama menjangkau Srilanka guna menyelamatkan istrinya, Shinta, dari raja raksasa, Rahwana.

Sementara Srilanka Archeology Department mengatakan usia Jembatan Adam berkisar 1 hingga 2 juta tahun. Sedangkan pakar arkeologi dan geologi serta Team Center for Remote Sensing yang meneliti jembatan tersebut berkesimpulan bahwa Jembatan Adam hanya fenomena alam yang berusia hanya sekitar 3.500 tahun yang lalu.

Meski begitu, pihak NASA mengeluarkan komentar yang sebaliknya. Bahwa tidak ada bukti yang kuat bahwa Jembatan Adam dibuat oleh manusia melainkan hanya merupakan gugusan pulau alami yang membentuk rantai. Bahkan Nasa sendiri menyatakan bahwa dengan menggunakan Remote Sensing dan pencitraan dari angkasa tidak menyediakan informasi tentang orisinalitas dan usia jembatan tersebut. Ditambahkan pula tidak ada bukti keberadaan manusia di sekitar (subcontinent) India lebih dari 350.000 tahun yang lalu.

Citra dari Rama Brige sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam,yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika air laut sedang surut).
Status dari jembatan tsb masih merupakan misteri hingga saat ini,menurut tafsiran para ahli,diperkirakan mungkin Rama Bridge sangat erat kaitannya dengan Epos terkenal India, Ramayana.

Srilankan Archeology Department telah mengeluarkan suatu statment yang menyebutkan usia Rama Bridge mungkin berkisar diantara 1.000.000 hingga 2.000.000 tahun,namun apakah jembatan ini benar-benar terbentuk secara alami ataukah merupakan suatu mahakarya manusia hal itu belum bisa mereka terangkan.
S.U.Deraniyagala, Direktur Jenderal Arkeologi Srilanka yang juga merupakan pengarang buku “Early Man and the Rise of Civilization in Sri Lanka: the Archaeological Evidence” mengatakan bahwa peradaban manusia telah muncul di Kaki Gunung Himalaya sekitar 2.000.000 tahun silam,walaupun menurut para sejarawan peradaban paling awal didaratan India adalah peradaban bangsa Ca, hal itu bukan merupakan suatu jaminan bahwa terdapat peradaban yang lebih tua lagi dari mereka sebelumnya.

1_adamsbridge2hb1

Para sarjana menaksirkan bahwa mungkin jembatan purba ini dibangun setelah daratan Srilanka terpisah oleh India jutaan tahun silam.
Didalam Epos Ramayana,jembatan itu dibangun oleh para pasukan manusia kera dibawah pengawasan Rama.Maksud dari pembangunannya sendiri ialah sebagai tempat penyebrangan menuju Negeri Alengka dalam misi untuk menyelamatkan Dewi Shinta,dimana pada saat itu Dewi Sinta sedang berada dalam masa penculikannya oleh Raja Kerajaan Alengka,yaitu Rahwana.


Epos Ramayana,menurut Kalender Hindu seharusnya berada pada masa Tredha Yuga (menurut cakram masa evolusi hindu/ cakram Hinduism tentang Epos tersebut terbagi pada masa Sathya (1.728.000 tahun), Tredha (1.296.000 tahun), Dwapara (8.64.000 tahun) dan Kali (4.32.000 tahun).
Tahap sekarang menurut kalender mereka ialah Kali.Berarti menurut Epos tersebut, usia dari Rama Bridge berkisar 1.700.000 tahun (Sathya).

Jembatan Adam menurut Wikipedia

Jembatan Adam, juga disebut Rama Setu berarti "Jembatan Rama", adalah rantai batu kapur antara pulau Mannar, didekat Sri Lanka barat laut dan Rameswaram, di pantai tenggara India. Dalam kepercayaan orang Hindu mempercayai bahwa jembatan ini dibangun oleh Rama inkarnasi Dewa Wishnu untuk menyelamatkan Sita yang diculik ke Lanka oleh Ravana atau Rahwana, seperti yang ditulis dalam kisah Ramayana. Banyak inskripsi, koin, panduan pengelana tua, referensi lama, peta religius kuno menandakan struktur ini dianggap suci oleh umat Hindu.[1][2] [3]

Rama Bridge merupakan salah satu “Mysterious Places in the World’s” jembatan purba misterius sepanjang 18 mil (30 Km) yang menghubungkan antara Manand Island (Srilanka) dan Pamban Island (India) ini diperkirakan telah berumur lebih dari 1.000.000 tahun. Citra dari Rama Brige sendiri sangat mudah terlihat dari atas permukaan air laut karena letaknya yang tidak terlalu dalam, yaitu hanya tergenang sedalam kira-kira 1,2 meter (jika air laut sedang surut). Status dari jembatan tersebut masih merupakan misteri hingga saat ini, menurut tafsiran para ahli, diperkirakan Rama Bridge erat kaitannya dengan Epos terkenal India, Ramayana.

Departemen arkeologi Sri Lanka telah mengeluarkan suatu pernyataan yang menyebutkan usia Jembatan Rama mungkin berkisar di antara 1.000.000 hingga 2.000.000 tahun, namun apakah jembatan ini benar-benar terbentuk secara alami ataukah merupakan suatu mahakarya manusia, hal itu belum bisa mereka terangkan.

S.U.Deraniyagala, Direktur Jenderal Arkeologi Srilanka yang juga merupakan pengarang buku “Early Man and the Rise of Civilization in Sri Lanka: the Archaeological Evidence” mengatakan bahwa peradaban manusia telah muncul di Kaki Gunung Himalaya sekitar 2.000.000 tahun silam, walaupun menurut para sejarawan peradaban paling awal didaratan India adalah peradaban bangsa Ca, hal itu bukan merupakan suatu jaminan bahwa terdapat peradaban yang lebih tua lagi dari mereka sebelumnya. Para sarjana menaksirkan bahwa mungkin jembatan purba ini dibangun setelah daratan Srilanka terpisah oleh India jutaan tahun silam.

Didalam Epos Ramayana, jembatan itu dibangun oleh para pasukan manusia kera dibawah pengawasan Rama. Maksud dari pembangunannya sendiri ialah sebagai tempat penyebrangan menuju Negeri Alengka dalam misi untuk menyelamatkan Dewi Shinta, dimana pada saat itu Dewi Sinta sedang berada dalam masa penculikannya oleh Raja Kerajaan Alengka, yaitu Rahwana.

Epos Ramayana, menurut Kalender Hindu seharusnya berada pada masa Tredha Yuga (menurut cakram masa evolusi hindu/ cakram Hinduism tentang Epos tersebut terbagi pada masa Sathya (1.728.000 tahun), Tredha (1.296.000 tahun), Dwapara (8.64.000 tahun) dan Kali (4.32.000 tahun). Tahap sekarang menurut kalender mereka ialah Kali. Berarti menurut Epos tersebut, usia dari Rama Bridge berkisar 1.700.000 tahun.